BANDUNG — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) menegaskan bahwa implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah tidak boleh hanya dipandang sebagai aktivitas pemenuhan nutrisi atau makan bersama semata. Program strategis nasional ini diharapkan dapat bertransformasi menjadi ruang belajar yang bermakna bagi pembentukan karakter dan pembelajaran nyata para siswa di sekolah.
Dalam unggahan resmi melalui akun media sosial @disdikjabar, pihak dinas menekankan nilai esensial di balik satu wadah makanan (ompreng) yang dibagikan kepada peserta didik. Dari sepiring makanan yang disajikan, terdapat beragam esensi nilai kehidupan yang bisa langsung dipelajari dan dipraktikkan secara pedagogik di ruang kelas.
Nilai Pembelajaran Karakter Melalui MBG
Berdasarkan arahan resmi Disdik Jabar, ada beberapa poin penting yang ditanamkan kepada siswa selama program ini berlangsung, antara lain:
•Kesadaran Spiritual dan Spiritual Pedagogik: Membiasakan siswa untuk selalu memulai aktivitas makan dengan berdoa bersama.
•Mindful Eating (Makan dengan Kesadaran): Mengajarkan anak-anak untuk menikmati makanan dengan tenang, fokus, menghargai nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, serta tidak menyia-nyiakan makanan.
•Menumbuhkan Rasa Syukur dan Empati: Mengajak siswa mengenal dan menghargai rantai proses panjang di balik makanan mereka—mulai dari petani, peternak, logistik, hingga para petugas yang memasak dan menyiapkan hidangan tersebut.
•Tanggung Jawab Lingkungan: Melatih kemandirian serta tanggung jawab personal siswa untuk merapikan kembali wadah makanan mereka dan menjaga kebersihan ruang kelas setelah selesai makan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto menegaskan:
“MBG itu bukan cuma sekadar makan, ini adalah momen penting buat anak-anak kita belajar. Dari satu ompreng makanan yang mereka pegang, banyak banget pelajaran berharga yang bisa diambil. Kami mengajak seluruh pihak sekolah dan para pendidik untuk menjadikan momen MBG ini sebagai bagian dari praktik pedagogik.
Prosesnya dimulai dari hal mendasar seperti berdoa sebelum makan, makan dengan penuh kesadaran (mindful), sampai membangun pemahaman pada anak-anak mengenai siapa saja orang-orang hebat yang bekerja keras di balik makanan yang mereka santap setiap hari. Di balik sepiring makanan itu ada kerja keras, ada rasa syukur yang mendalam, dan ada tanggung jawab besar yang harus ditanamkan sejak dini. Perubahan besar pendidikan di Jawa Barat harus kita mulai dari pembiasaan karakter yang baik di dalam kelas.”ucapnya
Selain penguatan karakter moral, pihak Disdik Jabar sebelumnya juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) dari hulu ke hilir untuk memastikan kualitas kebersihan makanan tetap terjaga secara ketat demi keselamatan siswa.
Dengan pendekatan integratif ini, program Makan Bergizi Gratis di Jawa Barat tidak hanya bertujuan menciptakan generasi masa depan yang sehat secara jasmani, tetapi juga melahirkan peserta didik yang memiliki kecerdasan moral, disiplin tinggi, serta empati sosial yang kuat. (Put)



