BANDUNG — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat dalam rangka memperingati dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kota Bandung, Jawa Barat, berakhir ricuh pada Selasa (20/10/2026) malam. Ketegangan yang semula kondusif pada sore hari berubah menjadi bentrokan fisik di kawasan Simpang Dago–Sulanjana menjelang tengah malam.
Kronologi Aksi dan Titik Kumpul Massa
Rangkaian aksi demonstrasi telah berlangsung sejak Selasa siang. Massa yang terdiri dari berbagai aliansi mahasiswa seperti Universitas Pasundan (Unpas) dan UIN Sunan Gunung Djati mulanya berkumpul secara tertib di Jalan Asia Afrika. Massa kemudian bergerak melakukan long march ke arah Simpang Lima, melewati kawasan Jalan Braga, hingga memusatkan orasi dan penyampaian aspirasi di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.
Dalam tuntutannya, para pengunjuk rasa menyuarakan evaluasi rapor merah terhadap kebijakan ekonomi nasional, mendesak penanganan serius terkait Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), menyoroti pemotongan dana pendidikan, serta meminta evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Pecah Kericuhan di Simpang Dago-Sulanjana
Meskipun massa aksi di depan Gedung DPRD Jabar sempat membubarkan diri dengan tertib menjelang petang, eskalasi situasi mendadak memanas kembali pada malam hari. Sekitar pukul 21.27 WIB hingga 22.01 WIB, terjadi serangan mendadak yang dilakukan oleh sekelompok massa berpakaian hitam terhadap aparat di persimpangan Jalan Ir. H. Djuanda (Dago) – Jalan Sulanjana, Kecamatan Bandung Wetan.
Sasaran utama serangan adalah satu unit truk Pengendalian Massa (Dalmas) milik Polrestabes Bandung yang saat itu sedang melintas untuk mengangkut personel kepolisian kembali ke pos Dago Cikapayang setelah selesai melakukan pengamanan.
Massa melempari truk tersebut secara brutal menggunakan:
• Batu
• Petasan dan kembang api
• Bom molotov yang sempat memicu kobaran api di badan kendaraan taktis tersebut.
Dampak Insiden dan Korban Luka
Akibat serangan bom molotov dan pelemparan batu yang mendadak ini, sejumlah personel kepolisian yang berada di dalam truk terpaksa bergegas turun untuk menyelamatkan diri. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi, mengonfirmasi bahwa tiga personel polisi mengalami luka-luka robek di bagian kepala dan cedera serius pada bagian tangan akibat terkena hantaman material. Ketiga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Langkah Pihak Kepolisian
Pihak kepolisian menurunkan personel gabungan tambahan untuk meredam kericuhan dan melakukan sterilisasi area di sepanjang jalan komersial tersebut. Hingga menjelang dini hari, situasi di kawasan Dago-Sulanjana telah berhasil dikendalikan dan lalu lintas kembali dibuka untuk umum.
Polrestabes Bandung menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh secara investigatif dan berbasis scientific crime investigation guna memburu aktor intelektual maupun oknum massa berpakaian hitam yang memprovokasi terjadinya tindakan kriminal bersenjata molotov tersebut.
(Put)



