Tak Ada Ampun untuk Penutup Skandal Rp 55 Miliar, FORMASI Dukung Langkah Polresta

CIREBON | Transjabar.com – Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi (FORMASI) Cirebon melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dengan jajaran Polresta Cirebon. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kapolresta Cirebon bersama Wakapolresta, Kabag Ops, Kasat Tahti, Kasat Intelkam, dan Kasat Reskrim.

Kunjungan itu juga dihadiri jajaran pengurus POSBAKUM FORMASI Cirebon sebagai bentuk dukungan moral kepada aparat penegak hukum yang tengah menangani berbagai persoalan hukum strategis di Kabupaten Cirebon, Kamis ( 07/5/26 ).

Dalam audiensi tersebut, jajaran pengurus FORMASI menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar agenda silaturahmi kelembagaan, melainkan bentuk nyata dukungan masyarakat sipil terhadap langkah penegakan hukum yang sedang dilakukan Polresta Cirebon, khususnya terkait proses penyelidikan dugaan skandal Rp55 miliar APBD Kabupaten Cirebon yang kini menjadi perhatian publik.

FORMASI menilai, upaya penegakan hukum membutuhkan dukungan luas dari masyarakat agar aparat penegak hukum tidak berjalan sendiri dalam mengungkap dugaan penyimpangan anggaran yang berpotensi merugikan kepentingan publik.

Ketua Umum FORMASI Cirebon, Adv. Qorib, SH., MH., didampingi Wakil Ketua Adv. Reno, SH., serta Sekretaris Jenderal Adv. Teja Subakti, SH., MH., menegaskan komitmen organisasi untuk terus mengawal proses hukum hingga tuntas.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral kepada Polresta Cirebon agar tetap tegak lurus dalam menegakkan hukum.

Persoalan dugaan skandal Rp55 miliar APBD Kabupaten Cirebon ini harus dibuka seterang-terangnya kepada publik, karena masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. FORMASI akan terus konsisten mengawal proses hukum ini sampai tuntas,” tegas Qorib.

Ia juga menambahkan bahwa FORMASI tidak akan memberikan ruang bagi pihak mana pun yang berupaya menutup-nutupi persoalan tersebut.
“Kami tidak akan lelah. Saya pastikan tidak ada ruang sejengkal pun bagi siapa pun untuk lolos menyembunyikan persoalan Rp55 miliar ini. Sampaikan kepada masyarakat secara terbuka dan sejelas-jelasnya, jangan takut,” lanjutnya.

FORMASI menilai keterbukaan informasi, akuntabilitas penggunaan anggaran daerah, serta keberanian aparat penegak hukum dalam mengusut dugaan penyimpangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Kabupaten Cirebon.

Sebagai elemen masyarakat sipil, FORMASI menegaskan akan terus berdiri di garis depan mengawal setiap proses hukum yang menyangkut kepentingan publik demi memastikan keadilan benar-benar hadir dan supremasi hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
( Falah )