Kabupaten Cirebon | Transjabar.com – Proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Greged, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan warga. Proyek yang berada di bawah naungan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon tersebut diduga menggunakan material pasir merah yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan.
Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengawasan Penggunaan Sarana Pertanian (UPLAND Project) dengan volume panjang 1.000 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 12 sentimeter. Anggaran proyek tercatat sebesar Rp375 juta dari pemerintah ditambah Rp75 juta swadaya masyarakat.
Namun di lapangan, warga mempertanyakan kualitas material yang digunakan. Pasalnya, proyek yang seharusnya menunjang akses pertanian bagi masyarakat itu diduga dikerjakan menggunakan material yang dinilai tidak memenuhi standar konstruksi jalan.
“Kalau benar material yang dipakai tidak sesuai spesifikasi, tentu berpotensi cepat rusak, apalagi saat musim hujan tiba,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (19/5/2026).
Selain dugaan penggunaan material tak standar, proyek tersebut juga menuai sorotan lantaran para pekerja diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm proyek, sepatu safety, maupun rompi keselamatan saat bekerja di lokasi proyek.
Padahal, penerapan K3 merupakan kewajiban dalam setiap pekerjaan konstruksi guna meminimalisir risiko kecelakaan kerja. Kondisi tersebut memunculkan kesan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek di lapangan.
Warga pun meminta Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon segera turun tangan melakukan pengecekan langsung guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Jangan sampai proyek yang menggunakan uang negara justru menghasilkan pekerjaan yang kualitasnya dipertanyakan masyarakat,” ungkap warga lainnya.
Masyarakat berharap instansi terkait tidak tutup mata dan segera melakukan evaluasi apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan proyek tersebut. Transparansi dan pengawasan dinilai penting agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. ( Falah)



