BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat bergerak cepat dalam mematangkan skema redistribusi dan penataan rotasi jabatan kepala sekolah di lingkungan wilayah Jawa Barat. Langkah strategis ini dilakukan demi meningkatkan efisiensi dan tata kelola di satuan pendidikan tingkat atas.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa penataan ulang jabatan pimpinan sekolah ini wajib mengacu pada Analisis Beban Kerja (ABK) yang ada di setiap wilayah. Sebagai wujud tindak lanjut, Disdik Jabar menyelenggarakan forum Rekonsiliasi (Rekon) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang saat ini tengah berjalan.
Melalui forum rekon GTK ini, pihak dinas memanggil para kepala sekolah bersama jajaran terkait untuk melakukan pencocokan dan penyesuaian data kebutuhan tenaga pendidik secara riil di lapangan. Purwanto berujar bahwa forum ini menjadi pijakan utama untuk menilai sejauh mana efektivitas distribusi guru maupun pimpinan sekolah saat ini.
“Kami sedang mengadakan rekon GTK yang sekarang masih berjalan. Kepala sekolah kami panggil bersama jajaran terkait untuk menyesuaikan kebutuhannya,” terang Purwanto saat memberikan keterangan pada Rabu (7/10/2026).
Sebagai informasi, langkah evaluasi dan pemetaan lewat Rekon GTK ini dilakukan setelah Disdik Jabar sebelumnya mencatat adanya kebijakan promosi dan rotasi terhadap 641 kepala sekolah. Dari total tersebut, sebanyak 215 pejabat mendapatkan promosi jabatan untuk mengisi posisi-posisi yang kosong, sementara 426 pejabat lainnya mengalami rotasi posisi jabatan.
Melalui sinkronisasi data yang presisi ini, Pemprov Jabar berharap penempatan kepala sekolah dan tenaga pendidik ke depannya dapat jauh lebih merata, tepat sasaran, serta mampu mengoptimalkan kualitas pelayanan pendidikan di seluruh pelosok Jawa Barat.
(Put)



