SUBANG  

Kadisdik Jabar Tinjau Pengelolaan Lingkungan SMAN 1 Subang, Terapkan Strategi Zero Waste dari Hulu ke Hilir

SUBANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat terus mendorong satuan pendidikan untuk memperkuat tata kelola lingkungan sekolah berbasis berkelanjutan. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, yang meninjau langsung implementasi program tata kelola lingkungan di SMAN 1 Subang pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan integrasi program ramah lingkungan berjalan optimal, sekaligus menindaklanjuti arahan langsung dari Gubernur Jawa Barat mengenai penerapan konsep zero waste (bebas sampah) secara menyeluruh di lingkungan sekolah.

Dalam tinjauannya, Purwanto mengapresiasi SMAN 1 Subang yang secara konsisten membenahi ekosistem operasional sekolah, mulai dari membatasi timbulan sampah hingga pengelolaan sisa pembuangan. Sebagai bagian dari pembiasaan sehari-hari, seluruh warga sekolah—termasuk guru, staf, dan siswa—kini dilarang menggunakan plastik sekali pakai. Pihak sekolah mewajibkan penggunaan botol minum (tumbler) serta wadah makan pribadi yang dibawa dari rumah untuk meminimalisasi sampah plastik di area sekolah.

Tidak hanya menekan penggunaan plastik, manajemen pembuangan organik di SMAN 1 Subang juga telah diintegrasikan secara terpadu. Seluruh sisa makanan organik serta sisa dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dialihkan dan diolah kembali menggunakan metode budidaya maggot serta tong komposter khusus. Strategi ini dinilai efektif menyelesaikan masalah sampah organik langsung dari sumbernya tanpa membebani tempat pembuangan akhir (TPA).

Kadisdik Jabar, Purwanto, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

“Transformasi pendidikan di Jabar tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi dan ekosistem yang kuat antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Langkah ini akan terus dikembangkan ke depan guna mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, berkelanjutan, dan sejalan dengan nilai-nilai luhur Pancawaluya,” ujar Purwanto.

Dengan komitmen ini, SMAN 1 Subang diharapkan dapat menjadi proyek percontohan sekolah berbasis eco-school di wilayah Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah IV Jawa Barat, sekaligus membuktikan bahwa pengelolaan sampah mandiri dari hulu ke hilir dapat dicapai secara berkelanjutan di tingkat satuan pendidikan menengah atas. (Put)