Pakubuwono XIV Sampaikan Selamat, KPAA KH. Said Aqil Siroj Terpilih sebagai Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU

JOMBANG — Kabar terpilihnya Kanjeng Pangeran Arya Adhipati (KPAA) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj sebagai salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, mendapat apresiasi dari Sri Susuhunan Pakubuwono XIV.

 

Ucapan selamat dan apresiasi tersebut disampaikan secara langsung oleh Sri Susuhunan Pakubuwono XIV melalui Juru Bicara, KPA. Singonagoro II, S.H., CH., CHt.

 

KPA. Singonagoro II menyampaikan bahwa terpilihnya KPAA Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj sebagai anggota AHWA merupakan sebuah amanah besar sekaligus bentuk kepercayaan para ulama dan peserta Muktamar ke-35 NU terhadap kapasitas, pengalaman, serta ketokohan beliau.

 

“Sri Susuhunan Pakubuwono XIV menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KPAA Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj atas terpilihnya beliau sebagai anggota AHWA Muktamar ke-35 NU. Ini merupakan amanah yang besar, bukan hanya bagi beliau secara pribadi, tetapi juga bagi perjalanan Nahdlatul Ulama ke depan,” ujar KPA. Singonagoro II.

 

Muktamar ke-35 NU sendiri berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk menentukan kepemimpinan PBNU masa khidmah 2026–2031.

 

Menurut Singonagoro, pengalaman panjang KPAA Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj di lingkungan NU diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif dalam proses musyawarah AHWA.

 

“Kami berharap Kyai Said dapat memberikan warna, kesejukan, kebijaksanaan, serta keputusan terbaik dalam proses Muktamar, khususnya dalam menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk periode mendatang. Semoga seluruh proses berjalan dengan penuh hikmah, maslahat dan tetap menjaga marwah Nahdlatul Ulama,” katanya.

 

Berdasarkan hasil tabulasi suara pemilihan anggota AHWA yang berlangsung dalam rangkaian Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU, sembilan ulama memperoleh dukungan terbanyak. NU Online melaporkan proses tabulasi tersebut rampung pada Ahad, 30 Agustus 2026, dan sembilan ulama tersebut selanjutnya akan bermusyawarah untuk menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.

 

Adapun perolehan suara berdasarkan hasil tabulasi adalah:

 

1. KH Nurul Huda Djazuli (Ploso) — 485 suara (10,31%)

2. TGH KH Nuruzzahir Yahya (Waled NU) — 477 suara (10,14%)

3. AG Dr. KH Baharuddin HS, MA — 392 suara (8,34%)

4. KH Miftachul Akhyar — 350 suara (7,44%)

5. KH Afifuddin Muhajir — 339 suara (7,21%)

6. KH Anwar Iskandar — 326 suara (6,93%)

7. KH Amar Manshur (Lirboyo) — 303 suara (6,44%)

8. KPAA. Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj — 273 suara (5,80%)

9. Dr. KH Abun Bunyamin, MA — 268 suara (5,70%)

 

Nama-nama tersebut merupakan sembilan ulama yang terpilih sebagai anggota AHWA. Mekanisme AHWA kemudian menjadi bagian penting dalam proses penentuan kepemimpinan PBNU periode berikutnya.

 

Di balik ucapan selamat tersebut, KPA. Singonagoro II juga melontarkan gurauan khasnya terkait kemungkinan KPAA Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj menduduki posisi tertinggi di jajaran Syuriyah PBNU.

 

“Kalau boleh sedikit menyampaikan harapan, tentu kami juga berharap nanti Kiai Said tidak hanya menjadi anggota AHWA. Siapa tahu beliau mendapat amanah untuk duduk sebagai Rais Aam PBNU. Amin,” ujar Singonagoro sembari tersenyum.

 

Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk doa dan harapan, bukan intervensi terhadap proses musyawarah AHWA.

 

“Yang terpenting adalah siapa pun yang nantinya mendapat amanah, semoga merupakan pilihan terbaik para ulama untuk kemaslahatan NU, umat, bangsa dan negara. Kita hormati sepenuhnya proses musyawarah para kiai,” pungkasnya.

 

Sebagaimana diketahui, Muktamar ke-35 NU telah menyepakati mekanisme AHWA dalam menentukan kepemimpinan NU. Dalam salah satu keputusan sidang, mayoritas peserta menyetujui pemilihan Ketua Umum PBNU melalui mekanisme AHWA.

 

Dengan masuknya KPAA Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj dalam sembilan anggota AHWA, perhatian kini tertuju pada musyawarah para ulama tersebut dalam menentukan sosok yang akan mengemban amanah Rais Aam PBNU masa khidmah 2026–2031 serta arah kepemimpinan NU lima tahun mendatang.[put]