Truk Kontainer Terguling di Kandanghaur: Evakuasi Dinilai Lelet, Kemacetan Mengular 2 Kilometer

INDRAMAYU – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit kendaraan berat terjadi di Jalur Pantai Utara (Pantura) Indramayu, tepatnya di kawasan Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu pada Selasa, 1 September 2026.

Peristiwa yang berlangsung sejak dini hari tersebut mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Cirebon mengalami kelumpuhan dan memicu kemacetan panjang sejak pagi hari. Insiden bermula ketika sebuah truk kontainer yang melaju dari arah barat diduga kehilangan kendali akibat pengemudi yang mengantuk berat.

Truk kemudian menghantam median pembatas jalan sebelum akhirnya terguling dengan posisi melintang di tengah lajur utama. Selain posisi badan truk yang menutup jalan, muatan berupa karung-karung berisi tepung sagu juga tumpah berserakan, sehingga menutup akses kendaraan secara total.

Dampak dari kecelakaan tunggal ini, antrean kendaraan dari sektor logistik hingga moda transportasi umum dilaporkan mengular hingga sejauh 2 kilometer. Kemacetan parah mulai terakumulasi sejak pukul 06.10 WIB seiring dengan meningkatnya volume kendaraan masyarakat yang memulai aktivitas pagi hari.

Meski tidak ada korban jiwa, lambatnya proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas gabungan di lapangan memicu gelombang kekecewaan dan protes keras dari para pengguna jalan serta masyarakat setempat. Hingga menjelang siang hari, kemacetan belum juga terurai secara signifikan akibat badan truk berukuran besar masih melintang di tengah jalan.

“Kecelakaan dari dini hari, tapi sampai jam 10 pagi jalanan masih macet total. Ini penanganannya lambat sekali, kasihan sopir-sopir logistik yang membawa barang cepat busuk. Seharusnya armada derek khusus sudah bersiap sejak subuh tadi,” keluh salah seorang sopir truk ekspedisi yang terjebak macet.

Kekecewaan senada juga diungkapkan oleh warga lokal yang aktivitas ekonominya terganggu akibat kelumpuhan jalur arteri ini. Masyarakat menilai aparat setempat kurang sigap dalam mengantisipasi dampak kemacetan di jalur nasional yang padat ini.

“Kami kecewa karena responsnya terkesan lelet. Pembersihan sisa tepung sagu yang tumpah pun memakan waktu lama sekali, padahal volume kendaraan terus bertambah dari pagi. Kalau penanganannya seperti ini, masyarakat yang dirugikan karena waktu kami terbuang sia-sia di jalan,” ujar Rian, warga Kandanghaur.

 

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Indramayu segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan evakuasi. Guna mengurai kepadatan volume kendaraan yang terus menumpuk, petugas kepolisian memberlakukan rekayasa arus lalu lintas berupa sistem contraflow dengan memanfaatkan lajur berlawanan (Cirebon menuju Jakarta).

Berdasarkan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian di lapangan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Pengemudi truk kontainer dilaporkan selamat tanpa cedera berat. Pihak kepolisian beralasan bahwa ukuran kendaraan yang besar serta muatan tepung yang berserakan menjadi kendala utama proses pembersihan jalur.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berupaya membersihkan sisa material kecelakaan dan memberlakukan sistem contraflow atau pengalihan arus sementara guna mengurai kepadatan kendaraan. Pihak kepolisian juga mengimbau bagi para pengendara yang hendak melintas untuk mencari rute alternatif melalui jalur tengah atau tetap bersabar mengantre di jalur yang aman.(put)