CIMAHI  

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Cimahi, BPBD Minta Warga Siaga Evakuasi Mandiri

LONGSOR - Longsor terjadi pada sebuah perumahan di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat

CIMAHI – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Cimahi dan Bandung Raya sejak akhir Oktober 2026 memicu gelombang bencana hidrometeorologi di sejumlah titik. Berdasarkan data pemetaan darurat, bencana berupa luapan banjir bandang dan tanah longsor melanda beberapa kawasan padat penduduk, termasuk Kelurahan Baros di Kecamatan Cimahi Tengah serta Kelurahan Cibeber di Kecamatan Cimahi Selatan.

Di Kelurahan Baros, luapan Sungai Cimahi yang diperparah oleh buruknya sistem drainase lokal memicu genangan air yang merendam permukiman warga, khususnya di wilayah RW 01 dan kawasan sekitar Jalan Kamarung. Kondisi serupa terjadi di Jalan Mahar Martanegara yang sempat lumpuh akibat luapan air, serta banjir bandang dan longsor tebing di wilayah Citeureup dan Cigugur Tengah.

Sementara itu, dampak paling mengkhawatirkan dilaporkan terjadi di Perumahan Flamingo, Kelurahan Cibeber. Sebuah tebing setinggi 20 meter dan lebar 22 meter ambruk akibat pergerakan tanah vulkanik yang lapuk dan jenuh air. Struktur beton penahan tanah tak mampu menahan tekanan beban, menyebabkan bagian belakang enam rumah warga retak parah dengan bukaan lebih dari 5 cm hingga posisinya menggantung di bibir tebing. Akibatnya, satu keluarga terpaksa diungsikan demi keselamatan.

Merespons rentetan bencana tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kota Cimahi), Fithriandy Kurniawan, menegaskan bahwa petugas gabungan telah diterjunkan untuk melakukan asesmen cepat dan melokalisasi area rawan.

“Kami sudah sampaikan kepada penghuni enam rumah yang berpotensi terdampak untuk bersiap melakukan evakuasi mandiri jika kembali terjadi hujan lebat atau jika mereka mendeteksi adanya retakan baru di sekitar bangunan,” ujar Fithriandy Kurniawan saat dikonfirmasi.

Fithriandy juga menambahkan bahwa struktur tanah di lokasi longsor saat ini sangat labil akibat rembesan air bawah tanah. Pihaknya meminta kewaspadaan ekstra mengingat prediksi BMKG menunjukkan potensi cuaca ekstrem yang masih akan bertahan hingga 1 November 2026.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Cimahi menyatakan komitmennya untuk segera memprioritaskan perbaikan infrastruktur jangka pendek dan panjang. Pihak pemerintah daerah kini tengah menyusun rencana percepatan normalisasi aliran sungai serta penataan ulang drainase di Kelurahan Baros dan titik-titik genangan utama lainnya untuk meminimalkan risiko banjir berulang.

(Put)