KABUPATEN CIREBON | Transjabar.com — Pemerintah Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, menghadirkan nuansa berbeda dalam pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi tahun 2026. Di bawah kepemimpinan Kuwu Rahmat, kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, dan melestarikan budaya leluhur.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penampilan dalang asal Tegal, Ki Haryo Enthus Susmono, melalui pertunjukan yang mengangkat nilai-nilai budaya dan kehidupan masyarakat.
Kuwu Losari Kidul, Rahmat, mengatakan bahwa tradisi Sedekah Bumi merupakan wujud rasa syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, khususnya hasil bumi yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Menurutnya, sebagai manusia yang hidup dan menggantungkan kehidupan pada alam, sudah sepatutnya masyarakat senantiasa bersyukur sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.
“Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, kita patut bersyukur atas segala nikmat yang diberikan, termasuk hasil bumi seperti padi dan palawija yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Rasa syukur itu perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama,” ujar Rahmat.
Ia menambahkan, pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini mendapat dukungan dan partisipasi dari berbagai unsur pemerintahan desa serta masyarakat. Mulai dari tokoh agama, alim ulama, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT dan RW, Linmas, perangkat desa, panitia, hingga berbagai elemen masyarakat turut berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Rahmat mengapresiasi semangat gotong royong warga yang bersama-sama mengikuti rangkaian acara. Baginya, kebersamaan tersebut merupakan modal penting dalam membangun desa agar semakin maju dan harmonis.
“Alhamdulillah, seluruh elemen desa dan masyarakat dapat berpartisipasi. Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar serta menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sedekah Bumi, Merawat Warisan Leluhur
Rahmat menegaskan bahwa tradisi Sedekah Bumi perlu terus dilestarikan agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT, memohon keberkahan, keselamatan, serta kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga Desa Losari Kidul.
Menurutnya, pelestarian tradisi bukan semata-mata mempertahankan kegiatan tahunan, melainkan juga menjaga nilai gotong royong, saling menghormati, dan kepedulian sosial yang telah tumbuh di tengah masyarakat sejak dahulu.
“Harapan kami, Sedekah Bumi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi nilai-nilai kebaikannya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus terus bersyukur, menjaga kerukunan, dan saling membantu demi kemajuan desa,” tegasnya.
Ngaji Budaya dan Semangat Memayu Hayuning Bawana
Sebagai bagian dari upaya memberikan warna dalam pelaksanaan Sedekah Bumi 2026, rangkaian kegiatan tersebut dijadwalkan ditutup dengan penampilan dalang Ki Haryo Enthus Susmono dari Tegal.
Melalui pendekatan budaya, masyarakat diharapkan dapat menikmati pertunjukan seni sekaligus mengambil hikmah dan pesan moral yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat.
Rahmat juga mengangkat filosofi Jawa “Memayu Hayuning Bawana”, yang mengandung makna ikut menjaga, memperindah, dan menciptakan keharmonisan kehidupan di dunia.
Menurutnya, filosofi tersebut selaras dengan semangat Sedekah Bumi, yakni mengajak masyarakat untuk hidup rukun, saling menghormati, bersikap rendah hati, menjaga alam, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
“Melalui Sedekah Bumi ini, kami ingin masyarakat semakin guyub, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan. Tradisi leluhur harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berbuat baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” pungkas Rahmat.
Pemerintah Desa Losari Kidul berharap Sedekah Bumi 2026 dapat menjadi momentum memperkuat identitas budaya lokal, meningkatkan semangat gotong royong, serta membangun kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat demi terwujudnya Losari Kidul yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera.
( Falah )



