JAKARTA – Kebakaran hebat melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam. Amukan si jago merah dilaporkan menghanguskan sedikitnya enam lantai bagian atas gedung bertingkat tersebut.
Peristiwa kebakaran ini pertama kali dilaporkan oleh warga kepada Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta pada pukul 21.30 WIB. Beberapa saksi mata di sekitar lokasi sempat mengira kilatan cahaya di puncak gedung adalah pantulan lampu biasa, namun dalam hitungan menit, kobaran api langsung membesar dan membubung tinggi ke langit Jakarta Pusat.
Hanya dalam waktu sepuluh menit setelah laporan diterima, armada pemadam kebakaran dari Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat tiba di lokasi dan langsung melancarkan operasi pemadaman.
Situasi sempat mencekam antara pukul 22.12 hingga 23.10 WIB ketika api kian mengganas dan melalap separuh struktur atas gedung.
Beberapa kali terdengar suara dentuman material yang pecah, disusul jatuhnya puing-puing kaca dan besi ke halaman gedung serta area jalan raya di sekitarnya.
Untuk menjangkau titik api yang berada di lantai-lantai atas, petugas mengandalkan unit tangga udara penyelamat raksasa (Bronto Skylift). Melalui alat ini, air disemprotkan secara vertikal dari luar bangunan.
Sementara itu, tim pemadam yang berada di dalam gedung melakukan strategi isolasi di area lantai 10. Mereka bertahan di sana untuk membuat barikade air (water curtain) guna memastikan kobaran api dari atas tidak menjalar turun ke lantai-lantai bawah. Setelah berjuang semalaman, amukan api akhirnya berhasil dikendalikan. Petugas baru bisa menyatakan situasi aman setelah proses pendinginan (cooling) selesai dilakukan pada Sabtu (8/8/2026) dini hari pukul 01.53 WIB.
Insiden ini menyisakan kerusakan parah pada bagian eksterior dan interior gedung, mulai dari lantai 11 hingga lantai 16. Beberapa bagian dinding kaca tampak rontok dan hanya menyisakan kerangka beton yang menghitam akibat jilatan api.
Meski mayoritas pegawai sudah pulang karena insiden terjadi pada malam hari, Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menyatakan bahwa petugas berhasil mengevakuasi satu orang pekerja dari lantai 15 dan memulai proses pendinginan setelah operasi penanganan berjam-jam.
Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis akibat menghirup asap pekat.(put)



