Tingkatkan Investasi, Pemkab Purwakarta Tanda Tangani Kerjasama dengan PT Megatama Putra Sejahtera

PURWAKARTA – Dalam upaya meningkatkan nilai investasi daerah, Pemerintah Kabupaten Purwakarta melaksanakan Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama dengan PT Megatama Putra Sejahtera (MPS) terkait pembangunan Simpang Susun (Interchange) Campaka KM 77+800 Ruas Tol Cikopo – Palimanan (Cipali).

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, pada Jumat, 30 Januari 2026. Pembangunan simpang susun ini direncanakan menjadi akses utama menuju kawasan industri baru di Kabupaten Purwakarta.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat yang diwakili Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, Agung Wahyudi, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Sekretaris Daerah Sri Jaya Midan, jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, Kepala PTPN II, serta jajaran manajemen PT Megatama Putra Sejahtera.

Direktur PT Megatama Putra Sejahtera, Djatikesumo Subagio, mengatakan pembangunan simpang susun Tol Cipali merupakan langkah visioner yang akan meningkatkan konektivitas kawasan dan mempercepat pembangunan wilayah.

“Infrastruktur ini akan membuka akses yang lebih luas bagi peningkatan ekonomi serta menghadirkan peluang baru bagi investasi, industri, logistik, dan sektor-sektor produktif lainnya di Purwakarta dan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menyampaikan rasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Purwakarta kepada PT MPS untuk bersinergi dalam pembiayaan proyek strategis tersebut.

“Kami memandang kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha sebagai kunci pembangunan yang berkelanjutan, terukur, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Kami berkomitmen menjalankan peran ini secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Djatikesumo berharap pembangunan simpang susun ini tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing daerah.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, mengungkapkan capaian investasi Kabupaten Purwakarta pada tahun 2025 melampaui target.

“Target investasi tahun 2025 sebesar Rp11,2 triliun dan terealisasi Rp12,4 triliun. Ini hasil kerja keras semua pihak sehingga Purwakarta masuk lima besar realisasi investasi tertinggi di Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Menurut Om Zein, investasi PT MPS yang akan membangun kawasan industri seluas 350 hektare diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi signifikan dan meningkatkan realisasi investasi pada tahun 2026.

“Saya yakin dengan adanya kawasan industri ini, realisasi investasi tahun 2026 akan melampaui Rp12,4 triliun,” katanya.

Om Zein juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan di Purwakarta. Dari sekitar 38 ribu pengangguran, sebanyak 35 ribu di antaranya diharapkan dapat terserap melalui kehadiran kawasan industri baru tersebut.

Ia menegaskan pentingnya keterbukaan perusahaan dalam proses rekrutmen tenaga kerja, khususnya terkait kebutuhan kompetensi.

“Sampaikan kepada masyarakat, kepala desa, dan camat, kompetensi apa saja yang dibutuhkan industri. Dari sekarang masyarakat bisa mulai berlatih dan mempersiapkan diri,” tegasnya.

Om Zein meminta setiap investor yang masuk ke Purwakarta untuk berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja, camat, dan kepala desa, agar pemerintah daerah memiliki cukup waktu menyiapkan sumber daya manusia lokal.

“Kasih kesempatan orang Purwakarta, orang Campaka, orang Cijunti untuk bekerja, tentu sesuai kompetensi yang dibutuhkan. Jangan pernah berhenti melatih masyarakat kita,” pungkasnya. (rls/put).