Ini Jurus Kepsek SMAN 1 Telagasari Agar Siswa Siap Ikuti TKA

KARAWANG | Siswa kelas 12 di SMAN 1 Telagasari mengaku belum siap secara mental untuk ikuti TKA ( Tes Kemampuan Akademik ) yang akan dilaksanakan pada bulan November 2025 mendatang. Ketidak siapan tersebut dipicu mepetnya waktu dan pertama kali TKA ini dilaksanakan.

Dengan serentak siswa kelas 12 di sekolah itu bersuara belum siap, alasannya karena waktunya sangat mepet dan masih grogi dengan program terbaru yang digagas oleh Menteri Pendidikannya Dasar dan Menengah Abdul Mu’it tersebut

” Ya pak, kami semua belum siap ikuti TKA, tapi mau tidak mau harus mengikuti dan tetap siap,” ujar para siswa serentak.

Sementara itu Kepsek SMAN 1 Telagasari Rd Eman Sulaeman saat dihubungi mengakui kondisi mental siswa, khususnya kelas 12 yang akan mengikuti TKA. Naamun semuanya dapat diatasi dengan memberikan pelatihan pra TKA.

” Sebanyak 411 siswa kelas 12 yang akan ikuti TKA akan diberikan pelatihan, tujuanya untuk pemantapan baik mental dan kesiapan akademiknya, ” kata Rd Eman.

Menurut Ed Eman, untuk program pelatihan pra TKA, pihaknya sudah menjadwalkan pelaksanaan pelatihan bagi siswa yang akan mengikuti TKA dengan sistem dua termen. Termen pertama dilaksanakan pada hari Senin – Selasa, dan termen selanjutnya dilaksanakan pada hari Rabu – Kamis.

” Aman pastinya, semua dapat diatasi, kami sudah jadwalkan pelatihan pra TKA, tujuanya untuk mempersiapkan mental dan kemampuan akademik siswa, sehingga ketika mengikuti tes siswa sudah benar – benar siap, ” ujar Rd Eman, Rabu ( 22/2025).

Rd Eman menegaskan, pelaksanaan TKA akan dipersiapkan dengan kesiapan yang baik, sesuai dengan program yang diluncurkan Menteri Pendidikan Abdul Mu’it bahwa TKA dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur capaian akademik secara obyektif dan berstandar.

TKA ini juga membantu siswa untuk mengenali kekuatan dan kelemahan para siswa, serta menjadi pertimbangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi SNBP yang akan dimulai ditahun 2026 nanti.

” Tujuan TKA ini juga menyetarakan hasil belajar antara jalur pendidikan formal dan non formal. Namun yang pasti pihak sekolah sudah siapkan siswa sebaik mungkin agar saat ikuti tes benar – benar maksimal, ” katanya. ( red).

 

 

.