Dari Nol hingga Ratusan Ekor, Rizal Al Fatih Bangun Usaha Ternak di Cirebon

CIREBON | Transjabar.com – Kelompok ternak kambing “Rizal Al Fatih” terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam membangun usaha peternakan berbasis masyarakat di Kota Cirebon. Tidak hanya berfokus pada penjualan kambing, kelompok ini menghadirkan layanan terpadu mulai dari kambing qurban, aqiqah siap saji, hingga produksi susu kambing etawa.

Ketua Kelompok Ternak, Danaim Abu Rizal , mengungkapkan bahwa usaha tersebut dirintis sejak tahun 2014 dengan jumlah awal hanya enam ekor kambing perah jenis etawa. Seiring waktu, usaha ini berkembang pesat, termasuk merintis ternak domba yang kini mencapai sekitar 115 ekor.

“Untuk kambing perah, kami juga mengembangkan jenis Saanen asal Swiss. Saat ini jumlahnya sekitar 11 ekor dan terus kami tingkatkan kualitasnya,” ujar Abu Rizal, Jum’at ( 17/4/26 ).

Ia menambahkan, satu ekor kambing etawa mampu menghasilkan sekitar 500 mililiter hingga 1 liter susu per hari, tergantung kondisi dan perawatan.
Abu Rizal menegaskan, kelompoknya tidak sekadar menjual hewan ternak, tetapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan aqiqah.

“Kami melayani aqiqah lengkap dengan proses masak. Masyarakat tinggal menerima hasilnya tanpa harus repot,” jelasnya.

Selain itu, Rizal Al Fatih juga melayani penjualan kambing qurban dengan standar kualitas yang terjaga, serta menyediakan susu kambing etawa yang dikenal memiliki nilai gizi tinggi dan manfaat kesehatan.

Sementara itu, Pembina Kelompok Ternak, Sigit Nurhendi, menilai bahwa keberadaan kelompok ini bukan hanya sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ini bukan sekadar bisnis, tetapi upaya membangun kemandirian ekonomi warga. Kami ingin masyarakat memiliki peluang usaha yang berkelanjutan,” tegasnya.

Berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Wanacala, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon, kelompok ternak ini terus membuka akses pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan qurban, aqiqah, maupun susu kambing.

Dengan konsep pelayanan terpadu dan pengelolaan ternak yang konsisten, Rizal Al Fatih optimistis mampu menjadi salah satu rujukan utama masyarakat di Cirebon dalam memenuhi kebutuhan hewan qurban dan aqiqah.

Di tengah menjamurnya usaha ternak yang kerap berorientasi pada penjualan musiman, kehadiran Kelompok Ternak Rizal Al Fatih menawarkan pendekatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Integrasi antara penjualan kambing, layanan aqiqah siap saji, hingga produksi susu kambing etawa menunjukkan adanya visi jangka panjang. Model usaha seperti ini tidak hanya berpotensi memperkuat daya saing, tetapi juga memberi nilai tambah bagi konsumen.

Namun, tantangan tetap ada. Konsistensi kualitas ternak, penguatan manajemen, serta perluasan pasar menjadi faktor kunci yang akan menentukan keberlanjutan usaha ini ke depan. Tanpa itu, pertumbuhan yang sudah dibangun berisiko stagnan.

Jika mampu menjaga kualitas dan profesionalisme, Rizal Al Fatih berpeluang menjadi contoh nyata keberhasilan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal di sektor peternakan.
(Ade Falah)