Mega Proyek Itu Kandas di KPK 

MENDENGAR Meikarta hampir dipastikan semua orang sudah mengenalnya bahkan nama itu seolah sudah sangat melekat diingatan semua. Ditelinga masyarakat nama Meikarta kian melekat, tak hanya orang-orang dewasa dan usia lanjut, se-umur anak taman kanak-kanak (TK)-pun dengan pasihnya berceloteh “Bawa Aku ke Meikarta…”

Begitu populernya Meikarta seumur anak TK-pun mengenalnya, dan itu sejak kita semua tahu bagaimana intensnya ‘running’ promosi Meikarta yang berdurasi beberapa menit itu menghiasi disejumlah layar TV Nasional. Tak hanya itu di TV, iklan jor-joran Meikarta ternyata menghiasi dibeberapa media cetak dan online, dari terbitan lokal sampai nasional juga ikut ambil bagian menampilan logo Meikarta disamping berita-berita positif seputar pembangunan Meikarta.

Lalu, adakah pertanyaan yang muncul dalam benak publik tentang siapa ‘Big Bos’ atau pengembang Meikarta.

Adalah James Riady, CEO Lippo Grup yang merupakan pengusaha sukses berskala nasional bidang property. Bagi sesama kalangan pengusaha property tak ada yang tak mengenal James Riady, karena sosoknya yang ‘lowprofil’ juga semangat kenegarawanannya menjadikan ia semakin dikenali. Pengalaman bisnisnya-pun sudah puluhan tahun malang-melintang didunia preoperty, pembangunan Mall-mal, bahkan sejumlah pembangunan rumah sakit (RS) dibeberapa daerah di Indonesia telah berhasil dia kerjakan. Kini berkat pengalaman dan sentuhan tangan dingin seorang James Riady, pula pembangunan megaproyek Meikarta, terlaksana dalam genggamannya.

Meikarta menjadi sebuah obsesi besar dari seorang James Riady, bahkan dia akan menyulap daerah di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi Jawa Barat, itu menjadi pionir industri layaknya di negara Tiongkok.

Obsesi itu nampaknya akan segera terwujud terbukti perlahan tapi pasti Kota Baru Meikarta, sudah menjadi ikon Kabupaten Bekasi dan disebut Kotanya orang Cikarang. Karena secara geografis wilayah Cikarang, masuk dalam peta Kabupaten Bekasi.

Bahkan rencananya ‘wajah Cikarang’ yang dahulu dikenal sumpek, akan berubah menjadi kota baru yang modern. Mengingat wilayah Cikarang cukup potensi untuk diwujudkan sebagai pusat perekonomian dan industri, maka tidak mustahil kemudian Cikarang dapat meyerupai kawasan industri ekonomi: ShenZhen di Tiongkok seperti yang tengah direncanakan oleh James Riady.

“Mendukung Meikarta”

Hadirnya megaproyek Meikarta, disebut sebuah Mahakarya yang cukup membanggakan bagi pemerintah setempat khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Bahkan Ketua MPR-RI, Zulkifli Hasan, dalam suatu kesempatan mengunjungi Meikarta. Mengutif pembicaraan Zukifli Hasan, menurut dia pembangunan kota modern Meikarta yang berskala Internasional milik Lippo Grup, pembangunanannya sudah sesuai prosedur. “Saya katakan tidak ada masalah karena pihak pengembang dalam mengerjakan pembangunannya sesuai dengan izin yang diberikan dan ini patut di apresiasi,” ujar Ketua MPR-RI, saat itu.

Konon megaproyek Meikarta senilai Rp 278 Triliun ini, direncanakan menjadi pembangunan hunian murah yang terjangkau bagi masyarakat ekonomi sedang. Lahan hunian modern dengan desain yang menyesuaikan bagi kaum urban dengan 4 tipe apartemennya, yaitu Asian Style, American Style, European Style dan Modern Style. Ini bukti besar dan keseriusan, sekali lagi dari seorang James Riady (CEO Llippo Grup) dalam menggagas megaproyek Meikarta.

Tapi gagasan cemerlang dari seorang James, mungkin harus dia ‘kubur’ dulu. Sebab kini megaproyek Meikarta, nampak mulai kandas. Karena beberpa hari ini sontak Meikarta, kembali menjadi perbincangan ‘hangat’ di berbagai kalangan setelah orang nomor satu di Kabupaten Bekasi “dicokok KPK”.

Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin, ditetapkan oleh lembaga anti rasuwah (KPK), dengan kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan Meikarta. Selain Neneng, beberapa pejabat di OPD Kabupaten Bekasi, juga digelandang ke markas KPK karena terlibat kasus suap Meikarta. Akankah Meikarta terus menjadi ikonnya Bekasi, atau kandas di KPK, kita tunggu hasil penyelidikan TIM KPK…?

Ditulis :

Roni Sarkoni Pimpred TRANSJABAR.COM

(*) tulisan disarikan dari berbagai sumber dan realese