Pekerja PT BMS Persoalkan Upah Lembur yang Dibayarkan

Transjabar.com – Akhirnya PT Belman Mitra Sejati (BMS) perusahaan perseroan outsourcing, Divisi Indopoly Swakarsa Industry Tbk kawasan industri Kota Bukit Indah Purwakarta membayar keterlambatan upah lembur atau overtime pekerja Juni – Juli 2022.

Namun diduga pembayaran upah lemburan atau overtime tersebut tak sesuai dengan peraturan atau undang-ketenagakerjaan Republik Indonesia.

“Sore tadi memang upah lemburan dibayarkan Rp. 22.000 per jam tapi tetap kami masih dirugikan karena tak sesuai dengan ketentuan upah lembur,”kata pekerja yang berinisial R kepada media, Rabu (24/8/2022) malam.

Selain itu, terkait pemotongan gaji atau upah pekerja yang telah disepakati dan disetujui serta ditandatangani para pekerja yang tercantum dalam kontrak kerja, kata pekerja berinisial K, di dalam kontrak kerja tak ada perkataan pemotongan untuk rekrutmen, pelatihan ataupun yang lainnya sebagaimana diketahui.

“Misalkan ada, rekrutmen atau pelatihan seperti apa itu, gak jelas,” katanya.

Sementara, Owner PT BMS H. Suntono melalui chat WhatsApp menyatakan, pihaknya belum pernah menunda pembayaran atau upah pekerja selama PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk tepat waktu dalam pembayarannya.

“Kecuali ada Keterlambatan dari PT Indopoly-nya dan itu diinfokan ke karyawan. Silahkan di crosscek ke Indopoly,”ujarnya.

Suntono pun menambahkan, perusahaannya mempunyai dasar pembayaran modal satu bulan berjalan.

“Apabila ada keterlambatan pembayaran akan berpengaruh terhadap gaji karyawan,” ungkapnya. (dd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *