Disperkim Sukses Laksanakan Progres Pembangunan di Tahun 2022

TRANSJABAR.COM | Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Purwakarta Agung Wahyudin, ST didampingi Sekdin Dian Adriansyah menyampaikan, tahun 2022 lalu pembangunan sudah dilaksanakan secara maksimal, di antaranya program jalan lingkungan dan program bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Selain itu, pihaknya juga akan menggenjot program sanitasi, sistem penyediaan air minum (SPAM), drainase dan penerangan jalan umum.(PJU), ujarnya, Senin ( 6/3/2023).

Ia sampaikan, bidang perumahan dan pemukiman mendapat pagu anggaran sebesar Rp. 47,9 milyar. Dengan rincian dana sebesar itu dialokasikan untuk pembangunan jalan lingkungan, terdiri dari, Jalan Lingkungan Perkotaan sebanyak 66 lokasi dengan pagu anggaran sebesar Rp 9,7 miliar dengan progress pekerjaan fisik telah mencapai 80 persen. Juga ada pembangunan Jalan Lingkungan Menuju Sekolah sebanyak 72 lokasi dengan pagu sebesar Rp 9,1 miliar yang progresnya juga telah mencapai 80 persen.

Sedangkan untuk sarana air bersih yang dananya bersumber dari APBD ada sebanyak 16 lokasi dengan pagu sebesar Rp 2 miliar, progresnya baru mencapai 50 persen. Sementara untuk sarana air bersih yang sumber dananya berasal dari DAK (APBN) ada 19 lokasi dengan pagu sebesar Rp10,2 miliar.

Selain itu, kata Agung, ada kegiatan Sanitasi atau MCK yang bersumber dari APBD di dua lokasi, pagu anggarannya Rp100 juta. Progresnya sudah 100 persen. Ditambah dengan  DAK Sanitasi (APBN) sebanyak 10 lokasi dengan pagu sebesar Rp 6 miliar dengan progres yang telah mencapai 75 persen.

“Ada juga kegiatan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang tersebar pada 30 lokasi dengan pagu anggaran sebesar Rp 4,3 miliar, yang progresnya telah mencapai 80 persen. Disambung juga dengan pembangunan drainase pada 26 titik dengan pagu anggaran sebesar Rp 3,6 miliar yang progresnya telah mencapai 80 persen,” kata dia.

Ia menambahkan, terkait dengan program bantuan untuk rumah tidak layak huni (Rutilahu), terdapat dua sumber anggaran yaitu dari APBD dan dari APBN (DAK). Ada sebanyak 40 rutilahu dengan rincian sumber dana dari APBN sebesar Rp 800 juta dan dari APBD sebesar Rp 600 juta yang progresnya sudah mencapai 75 persen.

“Untuk rutilahu yang terdampak bencana alam jumlahnya sebanyak 20 unit dengan pagu sebesar Rp 400 juta yang sudah mencapai progres 75 persen. Selain itu ada juga bantuan Rutilahu reguler (APBD) sebanyak 46 unit dengan pagu sebesar Rp 920 juta yang progres pekerjaan fisiknya telah mencapai 75 persen,” ujarnya.

Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) merupakan kelengkapan fisik untuk mendukung terwujudnya perumahan yang sehat, aman dan terjangkau.

” Dengan demikian ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum merupakan kelengkapan dan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pengembangan perumahan dan kawasan permukiman,” pungkasnya (ctr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *