Diduga PT BMS Potong dan Telat Bayar Upah Lembur Pekerja

Andi pihak BMS ” Pemotongan sesuai kesepakatan yang tertuang di kontrak kerja dan disetujui pekerja”

Transjabar.com – Diduga PT Belman Mitra Sejati (BMS) perusahaan perseroan di bidang outsourcing (Divisi Indopoly Swakarsa Industry Tbk) melakukan pemotongan upah pekerja dan telat bayar upah lembur. Hal itu diungkapkan para pekerja diduga merasa dirugikan dengan Maladministrasi PT BMS tersebut.

“Ini sudah tak sesuai, kami para pekerja tiap bulannya dipotong biaya rekrutmen Rp. 125 ribu, biaya pelatihan Rp. 100 ribu, dana pensiun Rp. 60 ribu dan biaya Ppn 2% UMK Rp. 80 ribu, jumlah total Rp. 365 ribu,” ungkap pekerja yang berinisial K dengan nada kesal kepada media, Senin 22 Agustus 2022).

Menurutnya, dengan adanya biaya-biaya yang dibebankan kepada para pekerja itu hanya akal-akalan saja.

” Ini jelas sekali, kami dibohongi dengan seenaknya PT Belman merampas hak kami dengan memeras keringat pekerja,” ujarnya.

Senada disampaikan pekerja PT BMS yang berinisial S, upah lemburan atau overtime pun tak dibayar penuh sebagaimana mestinya.

” Seharusnya upah lemburan kami dibayar 2 kali dari upah biasa per jam-nya. Ini kok malah dipotong juga Rp. 4 ribuan,” keluhnya.

Bahkan, kata dia, saat ini pun upah lemburan pekerja bulan Juli belum dibayarkan.

“Masa sih perusahaan se-kelas Indopoly telat bayar upah pekerja.
Bulan juni upah lemburan 2345 jam belum dibayar dan bulan Juli juga sama sekali belum dibayarkan,” tukasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi lewat WhatsApp HRD Manager PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk Ahmad Gurnitha mengatakan, terkait pembayaran upah pekerja tak ada keterlambatan.

“Nggak ada keterlambatan, lancar -lancar saja,” singkatnya.

Terkait dengan informasi tersebut, H Andi Manager PT. BMS selaku pihak outsourcing ketika dimintai keterangan mengaku tidak ada pemotongan pemotongan, gaji pekerja semua diserahkan sesuai dengan haknya. Ia mengakui memang gaji dari PT Indopoly sebesar Rp. 4.173.000 jikapun ada potongan, itu untuk keperluan BPJS Kesehatan, JKK,JKM,JHT sebesar 2 persen.

Selain itu juga kata Andi potongan untuk Dana Pensiun, Biaya Rekruitmen, Pelatihan dan biaya PPN 2 persen dari UMK. ” Pemotongan ini sesuai kesepakatan dengan pekerja, dalam perjanjian kontrak kerja yang sudah ditandatangani oleh pekerja, termasuk potongan lainya,” ujar Andi.

Karena kata dia, potongan berupa biaya pelatihan saja PPh 2 persen memang mengikuti aturan yang berlaku sesuai potongan pajak PPh 21. Selain itu, THR pekerja juga dibayar full, dan potongan seragam juga sudah tidak ada lagi, bahkan tiap bulanya uang yang masuk ke BPJS cukup besar.

“Kami sudah tidak mungkin melakukan pemotongan diluar ketentuan,” katanya.

Soal keterlambatan pembayaran ia akui memang pembayaran di bulan Juni – Juli 2022 memang belum ada pembayaran,” saya selalu terbuka dengan karyawan, ” pungkasnya. (dedi/red)