Akibat Gempa, Dua Ruangan RSUD Sumedang Alami Retak

TRANSJABAR.COM | Gempa yang terjadi pada 31 Desember 2023 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat sebabkan kerugian tidak sedikit baik materiil, dan korban luka- luka, termasuk dua ruangan milik RSUD Sumedang mengalami rusak berat.

Akibat gempa bumi dengan magnitudo 4.1 titik koordinat 6.84 LS 107.93 BT (2 Km Timur Laut Kabupaten Sumedang Jawa Barat dengan kedalaman 7 Km, dan kembali gempa susulan 1 x dengan Magnitudo 3.4 dengan kedalaman 6 Km Barat Daya tersebut sebabkan kepanikan masyarakat Sumedang yang terdampak gempa.

Berdasarkan informasi BMKG Kabupaten Sumedang yang melaporkan Kejadian Gempa Bumi, dengan waktu kejadian : Minggu, 31 Desember 2023 (Pukul 14.35 WIB) Lokasi : RSUD Sumedang (Jl. Palasari No. 80 Kelurahan Kotakulon Kecamatan Sumedang Selatan).

Dampak Kerusakan : 2 Ruangan Rawat Inap mengalami retak – retak di bagian dinding dan atap.

  1. Ruangan Tanjung (Lantai 5) mengalami retakan dinding dan Atap Plapon
  2. Ruang Tulip (Lantai 7) mengalami retakan pada dinding pintu ruangan.

Akibat gempa ini, sebanyak 331 pasien RSUD Sumedang, terdiri dari 248 pasien rawat inap dan 83 pasien IDG, dievakuasi ke halaman gedung serta lima tenda yang dipasang di jalan raya. Tiga bangunan rumah sakit mengalami keretakan, melibatkan gedung Paviliun, VIP, dan Sakura. Meskipun RS Pakuon dalam kondisi aman, pasien tetap dievakuasi sebagai tindakan antisipatif hingga keamanan dan pengendalian situasi terjamin.

Atas kejadian gempa tersebut, pihak BMKG menginformasikan bahwa Tim BPBD Kab Sumedang mengasesment kelokasi dan menghimbau kepada seluruh petugas RSUD agar tetap waspada agar keluar ke tangga darurat untuk mengantisipasi gempa susulan.

Sementara itu, untuk wilayah Babakan Hutip, sebanyak 53 rumah rusak dan sebanyak 200 warga dievakuasi ke lapangan terdekat. Tim gabungan tengah berupaya mendirikan tenda lapangan untuk menampung warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Sumedang telah menyiagakan Posko Utama di Pos Pam Nataru, yang berlokasi di depan Alun-Alun Sumedang, termasuk di dalamnya posko informasi.

Informasi lain dampak gempa juga sebabkan terowongan Tol Cisumdawu mengalami retak, menurut BNPB, terjadi keretakan pada dinding “Cisumdawu Twin Tunnel,” terowongan di Tol Cisumdawu. Pihak Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) masih terus berkoordinasi dengan CKJT (Cisumdawu Kertajati Toll Road) selaku pengelola Tol Cisumdawu untuk mengatasi situasi ini, demikian diungkapkan oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Warga Panik

Sementara itu, gempa yang terjadi juga sebabkan warga terdampak gempa mengaku masih panik dan dibebani dengan rasa was – was akan terjadinya gempa susulan.

Cucun warga Kelurahan Kotakulo mengaku panik saat terjadi gempa, saat kejadian dirinya sedang santai di teras rumah sambil minum kopi dan menghisap rokok, tiba – tiba terjadi gempa.

” Gelas kopi sampai terlempar, dan rumah bergoyang kencang, saya panik dan berteriak gempa.. gempa, kemudian meminta anak dan istri keluar rumah, ” katanya.( Soni/Gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *