SMPN 5 Purwakarta Implementasikan Program P5

TRANSJABAR.COM | Selain menata lingkungan sekolah agar terlihat bersih, asri agar terlihat nyaman terus dilakukan, kendati masih masih baru menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMPN 5 Purwakarta, namun Hj. Neneng M Patimah, S.Pd., M.Pd tetap loyal dan semangat untuk terus mengabdi dengan salah satunya melakukan pembenahan – pembenahan dengan tujuan pengembangan sekolah agar semakin bermutu dan menghasilkan peserta didik mampu berdaya saing.

Menurut Hj, Neneng M Patimah, sebagai kepala sekolah dirinya bertanggungjawab akan kemajuan dan perkembangan sekolah, untuk itu, agar semua visi dan misi dapat berhasil dengan baik maka diperlukan dukungan semua pihak, termasuk dukungan dari orangtua, masyarakat, guru dan peserta didik.
Begitu juga dukungan dan suport yang diberikan pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. Sarana dan prasarana yang saat ini sudah tersedia harus tetap dijaga dan dipelihara.

Ia menjelaskan, dalam menjalankan program Pendidikan di SMPN 5 Purwakarta, bukan saja penataan yang dilakukan menitikberatkan pada keindahan sekolah, namun juga di isi dengan Pendidikan karakter.

Langkah yang dilakukan, yaitu dengan mengimplentasikan program Kemendikbud terkait dengan Program P5 ( Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Projek ini merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka.

Yang pertama terkait program Pemkab Purwakarta berkaitan dengan pembentukan karakter melalui Program 7 Poe Atikan Istimewa, dimana tema-tema pendidikan karakter yang dikembangkan di Kabupaten Purwakarta berbasis nilai-nilai kesundaan. Negara Kesatuan Republik Indonesia Ajeg. Nusantara mengandung pengertian yang memiliki kekayaan yang beragam.

Disinggung soal jumlah peserta didik, Hj. Neneng mengatakan saat ini jumlahnya mencapai peserta didik, dengan jumlah rombel ( rombongan belajar ) sebanyak 28 ruang.

“Sesuai dengan ketentuan, setiap rombelnya diisi oleh 32 peserta didik, alhamdulilah semua bisa dikendalikan proses belajar berjalan sesuai dengan harapan, “ katanya.

Ia menjelaskan terkait dengan beberapa Program 7 Poe Atikan, diantaranya berkaitan dengan pembentukan Karakter Istimewa Purwakarta tersebut dimana setiap hari Senin itu adalah Ajeg Nusantara, Ajeg Nusantara, itu sendiri diartikan sebagai internalisasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran.

Kemudian untuk hari Selasa adalah Mapag Buana, dengan memiliki arti menjemput, sedangkan buana itu sendiri memiliki arti dunia.

“Sedangkan untuk hari Rabu, Maneuh di Sunda, tema ini memiliki arti menetap, dengan memiliki makna terkait ketetapan peserta didik yang tinggal di Sunda,” jelasnya.

Untuk hari Kamis, tema Nyanding Wawangi, tema ini memiliki arti pembelajaran setiap hari Kamis, tema ini pelajar dituntut lebih kreatif, dan peka terhadap kegiatan sosial.

“ Tema hari Jumat, mengajarkan agar peserta didik saling harga menghargai, saling menghormati dan menyayangi antar sesama, mengasah kesucian hati, jiwa dan pikiran agar tetap terjaga dan selalu dekat dengan Tuhan. Sedangkan hari Sabtu – Minggu adalah hari penutup dari kegiatan belajar untuk peserta didik, artinya hari libur dari proses belajar mengajar,” pungkas Hj. Neneng yang murah senyum dan cantik ini.

Sementara untuk program kedua adalah program ramah lingkungan, dimana sekolah itu harus menciptakan suasana yang nyaman dan aman.

“ Untuk program ketiga, menitikberatkan pada Pendidikan Keagamaan dan Pendalaman Kitab. Dari jumlah peserta didik sebanyak 887 ini ada peserta didik yang non muslim, jumlahnya sebanyak 28 orang, “ ungkapnya.

Kemudian program ke empat kata Hj. Neneng, program Pendidikan Anti Korupsi dan kelima adalah berkaitan denhan program Pendidikan 7 Poe Atikan.

“Untuk program 7 Poe Atikan ini sekolah condong kepada penataan lingkungan, menjaga kebersihan, tidak ada sampah berserakan, bahkan disekolah kami sampah dimanfaatkan organic untuk pupuk tanaman dilingkungan sekolah, “ pungkasnya. (Budiono).
Keterangan Foto 1 :
Hj. Neneng M Patimah, S.Pd
Kepala Sekolah SMPN 5 Purwakarta