SMP N 1 Cikampek Transformasi Jadi Sekolah Penggerak

Newsnet.id -Paradigma pembelajaran sekolah penggerak merupakan upaya menciptakan para siswa merdeka dalam belajar yakni aman, nyaman dan menyenangkan serta dapat mengembangkan dan mewujudkan potensi atau talenta yang dimiliki. Hal itu diutarakan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Cikampek Toib, S.Pd.M.M, Senin (14/3/2022).

“Kita sebagai sekolah penggerak sasarannya baru kelas 7 dulu. Guru-guru harus paham dengan kurikulum ini dan tidak ada bullying atau perundungan,”terang Toib saat dihubungi di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pihaknya telah mendeklarasikan komitmen roots day anti perundungan sebagai program sekolah penggerak juga.

” Yang ditandatangani pak Kadis, Kepala Sekolah, Komite dan semua unsur yang ada di sekolah,” imbuhnya.

Toib menjelaskan, untuk saat ini, program sekolah penggerak yang tengah dijalaninya terdiri dari 3 project dalam satu tahun ini.

“Pertama anak-anak melakukan penghijauan atau global warming menanam pohon di pot di depan kelas dan lingkungan sekolah. Kedua pesta demokrasi yakni pemilihan pengurus OSIS di lapangan. Ketiga kewirausahan pembuatan boneka dari mulai pengadaan barang, pembuatan dan pemasaran,” ujarnya.

Teknik pembuatan boneka tersebut, lanjut dia, nantinya orang tua siswa yang mempunyai home industri itu dilibatkan untuk mempresentasikan dihadapan para siswa.

” Anak – anak juga mempraktekannya, jadi anak-anak itu nantinya dapat 2 raport yakni secara akademik dan project,” ungkapnya.

Seperti diketahui, SMP Negeri 1 Cikampek mentransformasi menjadi sekolah penggerak sudah berjalan 1 tahun.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Cikampek Imam Syafei, S.S mengatakan, secara istilah anak-anak itu unik yakni mempunyai kelebihan masing – masing.

” Menurut filosofis Ki Hajar Dewantara bahwa setiap anak yang terlahir dengan kemampuan masing-masing, pasti punya bakat. Kita sebagai guru penggerak yang menggerakkan, mengolah, sebagai mediator mempasilitasi anak untuk mengembangkan bakatnya. Seperti materi ini kerjakan tugasnya, bukan seperti itu pembelajaran sekolah penggerak itu,” paparnya.

Dia menambahkan, untuk tingkat SMP di Kabupaten Karawang ada 6 sekolah yang masuk seleksi sekolah penggerak.

” SMP Negeri ada 3 dan swasta juga 3,”tambahnya. (dd).