Perumda BPR Purwakarta Sosialisasikan TAS di SMKS Bina Kerja

TRANSJABAR.COM | Perumda BPR Purwakarta gencar melakukan sosialisasi Tabungan Anak Sekolah ( TAS ) untuk pelajar SMKS di Purwakarta, tujuannya membangun pendidikan karakter budaya menabung untuk kelompok pelajar.

Salah satunya di SMKS Bina Kerja Purwakarta, hadir pihak BPR Purwakarta dalam sosialisasi tersebut yaitu; Direktur Perumda BPR Purwakarta Asep Kustiwa, Kepala Bagian Bisnis Ligardi, dan pejabat BPR Purwakarta lainya.

Direktur Perumda BPR Purwakarta Asep Kustiwa mengatakan, gerakan sosialisasi ini sebagai bentuk komitmen bank terhadap gerakan Indonesia menabung sosialisasi Tabungan Anak Sekolah (TAS).

Asep Kustiwa menjelaskan bahwa Tabungan Anak Sekolah (TAS) adalah tabungan untuk siswa dengan persyaratan mudah dan sederhana dalam rangka edukasi dan inklusi keuangan untuk mendorong budaya menabung sejak dini.

Target utama untuk menumbuhkan kebiasaan menabung, sekaligus memberikan pengertian dan pemahaman kepada adik-adik pelajar tentang bank.

Kepala Bagian Bisnis Perumda BPR Purwakarta Ligardi mengatakan, pembukaan rekening tabungan anak sekolah, dengan tujuan membangun pendidikan karakter budaya menabung sejak untuk kelompok pelajar, Ligardi Kepala Bagian Bisnis.

Saat ini Perumda BPR Purwakarta sudah melakukan sosialisasi selain di SMKS Bina Kerja Purwakarta juga sudah dilakukan di SMKS Bina Budi Purwakarta.

” Alhamdulilah responya sangat baik, ” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMKS Bina Kerja Purwakarta M Maghfur menyambut baik dengan sosialisasi yang disampaikan BPR Purwakarta dengan tujuan sebagai bentuk komitmen bank terhadap gerakan Indonesia menabung.

Saat ini Kata Maghfur, jumlah peserta didik di SMKS Bina Kerja Purwakarta sebanyak 325 orang, diharapkan semua ikut menyukseskan gerakan Indonesia menabung.

” Ini sangat baik, sebaiknya memang budayakan menabung daripada uangnya habis buat beli rokok atau main game, ” katanya.

Sehingga kata dia, budaya menabung ini merupakan program positif yang harus didukung, karena ini juga bagian membentuk karakter bagi peserta didik untuk hidup hemat.

” Setiap peserta didik yang membuka rekening mendapatkan saldo Rp.20 ribu, ” ujarnya.( ctr).