Bentuk Karakter Spiritual, SMK Muhammadiyah 2 Cikampek Gelar Pesantren Ramadhan

Newsnet.id – Upaya menumbuhkan pembentukan karakter siswa, SMK Muhammadiyah 2 Cikampek menyelenggarakan program SmartTren atau pesantren kilat selama tiga pekan di Ramadhan 1443 H / tahun 2022.

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Cikampek Enda Rahmat, S.Pd.M.M menyatakan, penyelenggaraan kegiatan pesantren kilat tersebut berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

” Ada Juklaknya bahkan ja
jadwal dan materinya pun dari sana (provinsi, red), pelaksanaannya dimulai dari tanggal 5 – 22 April 2022,” ucapnya saat dihubungi di sekolah.

Bahkan menurut Enda, sebelum ada intruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait program pesantren kilat itu, SMK Muhammadiyah 2 Cikampek sudah terbiasa menyelenggarakan kegiatan SmartTren atau pesantren kilat setiap ramadhan.

“Jadi tinggal dipadukan dengan materi internal sekolah yang menyangkut penguatan keagamaan dan materi yang lain. Pelaksanaannya pun dari guru internal, juga ada dari luar dengan materi keorganisasian, kepemimpinan dan wawasan kebangsaan,”ujarnya.

Disinggung tujuan yang mau dicapai dengan kegiatan SmartTren tersebut, dia menjelaskan, hal itu untuk membentuk karakter spiritual para siswa.

“Keagamaannya lebih kuat, kemudian pelaksanaan program ini berdampak pada peserta didik dalam kebiasaan kesehariannya tanpa diperintah atas kesadaran nya, baik di sekolah maupun di rumah. Sehingga mampu melaksanakan ketaatan dalam beragama dan mematuhi peraturan pemerintah,” ungkapnya.

Dia pun berharap, di tahun ajaran baru nanti, PTM bisa berjalan 100 persen.

“Mudah-mudahan bisa normal kembali pendidikan ini, PTM tanpa ada batasan lagi. Kita ingin lebih optimal dalam melaksanakan program sekolah,”Harapnya.

Senada disampaikan Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan Saepul Haer, S.Pd.i menyambut baik dengan adanya surat edaran dari dinas pendidikan provinsi Jawa Barat terkait penyelenggarakan pesantren kilat selama tiga pekan.

“Jadi pemerintah serius untuk meningkatkan pertumbuhan budi pekerti pelajar tingkat SMK melalui PTM ini. Jadi pemerintah mendorong membuat sistem pesantren ramadhan dengan durasi waktunya di bagi 2 sesi” kata Saepul.

Namun SMK Muhammadiyah 2 Cikampek menyelenggarakannya hanya 1 sesi saja dengan dikombinasikan dengan Kemuhammadiyahan.

“dimulai dari hari senin sampai jumat, intinya pesantren ramadhan ini lebih condong mata pelajaran kepada budi pekerti seperti PKN dan PABP karena pembelajaran selama daring banyak karakter siswa menurun,” ungkapnya.

Saepul pun berharap, pemerintah dapat merancang untuk menindaklanjuti dengan mengintruksikan kepada sekolah terkait program pembentukan budi pekerti.

“Jadi bukan hanya di Ramadhan saja. Hal ini agar tercipta pembiasaan dan keseragaman pembentukan karakter siswa di setiap sekolah. Misalnya sebelum mulai belajar 30 menit baca Quran, kerja bakti, senam atau literasi baca buku. Dan pembiasaan ini tengah dilakukan di SMK Muhammadiyah 2 Cikampek,” tuturnya. (dd).