TK Budi Asih 8 Bersaing Sehat dan Tingkatkan Mutu Pendidikan

TRANSJABAR.COM | Peningkatan mutu Pendidikan dilakukan sejak dini mulai dari sekolah PAUD ( Pendidikan Anak Usai Dini ), dimana PAUD itu sendiri di dirikan dalam rangka upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak yang dilakukan melalui pemberian rangsangan Pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki Pendidikan lebih lanjut.

PAUD tertuang dalam UU Pasal 28 Sisdiknas No 20/2003, PAUD merupakan jenjang yang diberikan sebelum anak masuk jenjang Pendidikan dasar. Pada jenjang PAUD, ada beberapa Lembaga Pendidikan dibawahnya, yaitu Kelompok Bermain Anak ( Playgroup) , Taman Kanak – Kanak ( TK), Sekolah Dasar ( SD), dan Lembaga sejenis baik formal dan non formal.

Perkembangan PAUD saat ini terus maju dan berkembang, seiring dengan kelonggaran pemerintah yang memuluskan keberadaan PAUD, salah satunya PAUD TK Budi Asih 8 yang berlokasi di Desa Singawada, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Kepala Sekolah TK Budi Asih Indan Rachmayati,S.Pd.I mengatakan, dengan perkembangan keberadaan PAUD yang ada diwilayahnya sangat mendukung progam pemerintah untuk Pendidikan usia dini, dimana Pendidikan PAUD sangatlah mendasar dan menentukan pertumbuhan serta perkembangan anak dikemudian hari.

Menurut Indan, Taman Kanak-Kanak yang selanjutnya disingkat TK adalah salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun.

Namun kata Indan, dengan menjamurnya PAUD baik yang formal dan non formal yang ada di wilayah Desa sangatlah berdampak pada kwalitas serta kwantitas pada anak usia dini. Untuk itu, ia berpendapat, dan berharap besar terhadap pemerintah pusat tentang peraturan pembatasan jumlah keberadaan PAUD di setiap desa.

Mengingat menurut Indan, dengan berkembanganya PAUD yang ada di wilayah Desa, khususnya di Desa Singawada, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, dapat berdampak terhadap persaingan yang kurang sehat di mata masyarakat serta berdampak pula terhadap jumlah murid di setiap PAUDnya.

Selain itu, Indan juga berharap agar lebih diperhatikan teriait dengan hal ini, bahkan bila perlu terkait dengan hal ini Pemerintah Desa mensosialisasikan dengan menerbitkan Perdes ( Peraturan Desa) tentang penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

“ Sampai saat ini masih banyak kepala desa yang kurang memahami tentang status keberadaan PAUD tersebut.Padahal peningkatan akses dan penyediaan layanan pendidikan yang bermutu merupakan keharusan untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas,” jelasnya. ( Taif).