Tak Percaya PT. Celebes, IPPTU Boikot Pengelolaan Pasar Cikampek 1

Cikampek|Newsnet.id – Hingga kini pengelolaan pasar Cikampek 1, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang masih terus berpolemik walaupun PT.Celebes mengklaim sebagai pengelola yang sah. Namun Para pedagang pasar Cikampek 1 dibawah organisasi Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Bersatu (IPPTU) melakukan mosi tidak percaya dan memboikot pengelolaan pasar Cikampek 1.

Menurut Ketua IPPTU Cikampek 1 Billy Wahyu Permana, pihaknya sebetulnya bukan tujuan untuk mengelola pasar Cikampek 1, melainkan pihaknya menginginkan kebersihan,kenyamanan pasar tersebut.

“Dari kemarin sore listrik sampai saat ini belum menyala. Memang ini harus dipertanggungjawabkan oleh yang memungut kemarin (PT. Celebes). Karena setiap harinya mereka narik iuran,” katanya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu sore (24/2/2021).

Adapun untuk permasalahan sampah kata Billy, PT. Celebes selalu memanfaatkan moment dalam hal penarikannya.

“Pihak pengelola( PT. Celebes) minta bantuan kepada Pemda Karawang untuk membesihkan. Dan Pemda menyuruh Dinas (DLHK) untuk mengangkat. Nah di situ lah pemanfaatannya.

Kata Billy, sebelumnya pihaknya telah berusaha meminta solusi ke PT. Celebes berkaitan penumpukan sampah yang sudah 2 bulan ditambah terkadang listrik padam juga.

“Kok gak ada solusinya, untuk pemeliharaan gedung, ini listrik mati, neon mati sampai sekarang belum ada,” kesalnya.

Padahal kata dia, penarikan retribusi per harinya sudah jelas.

“PT. Celebes narik iuran koridor Rp. 1000, kebersihan Rp 1500 di situ aja sudah jelas,”tegasnya.

Dia pun mempertanyakan, penghasilan penarikan dengan memisalkan minimal dari1000 pedagang per harinya tersebut. “Kemana uang narik itu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Pembina IPPTU Dede Setiabudi mengatakan, masuknya PT. Celebes di bulan Oktober 2020 mengelola pasar Cikampek 1 tersebut, dirinya menyambut dengan baik dan berharap dalam pengelolaannya akan lebih baik. Sehingga pembeli lebih ramai lagi.

“Ternyata setelah kita rasakan dari bulan ke bulan ini, retribusi masuk ke PT. Celebes pelayanan dilapangan, sampah, listrik senantiasa tidak sesuai yang diinginkan ekspektasi para pedagang,” katanya.

Dede pun menjelaskan, munculnya mosi tidak percaya ke PT. Celebes tersebut disebabkan permintaan dan protes dari para pedagang berkaitan pengelolaannya( sampah, listrik) supaya diperbaiki. Namun kata dia, tidak ditanggapi dengan serius malah dibiarkan begitu saja.

“Pedagang ini pada dasarnya ingin mengamankan iuran kebersihan sesuai porsinya supaya betul-betul digunakan pengangkutan sampah dari dalam ke luar (TPS ke TPA),” ucapnya.

Terkait mosi tidak percaya tersebut, dia menerangkan, pihaknya telah mendistribusikan ke berbagai Instansi ( Pemda, DPRD, Bupati, Disperindag dan Sekda).

Ketika ditanya mengapa surat mandat yang diberikan IPPTU ke pribadi seseorang untuk pengelolaan pasar tersebut, Dia menjelaskan, supaya pelayanan terhadap para pedagang maksimal.

“Mungkin orang ini bisa memiliki integritas dalam hal melayani kami para pedagang,” imbuhnya.

Terkait pribadi seseorang ternyata masih berkaitan dengan PT. Garda salah satu pengelola pasar tersebut, dia mengatakan, pihaknya bukan melihat PT nya tetapi ke pribadinya.

“Kita hanya mengangkat pak Dede Nataraharja sebagai pembina IPPTU dan masuk didalamnya memberikan mandat. Bantulah kami dalam mengelola keamanan, mengelola kebersihan,” terangnya.

Dia pun menambahkan, pihaknya telah di panggil rapat oleh Sekda terkait mosi tidak percaya tersebut.

“Kami sudah melayangkan mosi tidak percaya terhadap PT. Celebes yang memiliki pengelolaan dari Pemda. Jadi Kami akan mengelola hajat hidup kami yang terpenting yaitu keamanan, kebersihan dan listrik, itulah yang kami inginkan,” tutupnya. (Dedi).