Ditolak Perusahaan, Warga 2 Desa Lakukan Aksi Demo

Newsnet.id – Diduga tak puas dengan transparansi soal manajemen rekrutmen Ketenagakerjaan di pemerintah desanya, sejumlah 500 warga Desa Tamelang dan Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari Kabupaten Karawang melakukan aksi demo ke PT. Dean Shoes yang berada di lingkungan desa sekitar, Selasa (1/3/2022).

Menurut warga desa Tamelang yang berinisial F yang turut aksi demonstrasi itu menyatakan, sebetulnya aksi demo warga ini tidak seharusnya terjadi, apabila sistem manajemen rekrutmen tenaga kerja terkoordir dengan transparan.

“Pihak perusahaan telah mempasilitasi warga lingkungan 2 desa itu untuk kuota tenaga kerja sebenyak 60 persen dan 40 persen untuk perusahaan. Tapi ini kan banyakan orang luar (daerah lain, red) yang direkrut pemerintah desa,”ungkapnya saat dihubungi usai demo.

Untuk meredam gejolak demonstrasi warga tersebut, dia menjelaskan, akhirnya pihak perusahaan mengakomodir warga lingkungan dengan cara pengisian link terkait Ketenagakerjaan.

“pada saat itu kami berdemo berbarengan sedang ada pengetesan tenaga kerja. Akhirnya pihak perusahaan berjanji akan merekrut tenaga kerja lingkungan setiap harinya sekitar 120 orang dalam memenuhi kuota tenaga kerja perusahaan sejumlah 10 ribu orang tetapi tetap mekanismenya melalui pemerintah desa,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Desa Tamelang A. Nurhidayat sapaan akrabnya Ajuk mengatakan, selama ini pemerintah desanya belum mendapatkan surat resmi permintaan tenaga kerja dari perusahaan tersebut.

“Karena PT. Dean Shoes masuk wilayah desa Mekarjaya. Adapun rekrutmen tenaga kerja untuk warga Tamelang itu dibagi 40 persen oleh pemdes Mekarjaya dengan kriteria tenaga kerja yang sudah berpengalaman,” tuturnya.

Pasca warganya demonstrasi ke perusahaan, untuk persiapan soal perekrutan tenaga kerja, dia menginstruksikan, setiap RT diharuskan terlebih dahulu mendata warga yang belum bekerja.

“Adapun nanti keluar kuota, silahkan RT untuk menyaringnya, mana dulu yang didahulukan. Yang jelas target saya angka harus terpenuhi, gak ada sisa,” paparnya.

Sebelumnya juga kata dia, dirinya sudah memperingatkan ke perusahaan terkait rekrutmen Ketenagakerjaan.

“Akhirnya terbukti warga demo ke perusahaan, tapi ini ada efeknya, pihak perusahaan ada komunikasi ke kami. Intinya kami minta diperhatikan lah,” katanya.

Sedangkan, Pemerintah Desa Mekarjaya melalui staf desanya, Komara Jaya menilai, adanya aksi demonstrasi warga tersebut, agar pihak perusahaan mengetahui warga lingkungan ternyata masih banyak yang belum terakomodir untuk bekerja di perusahaan itu.

“Pintunya banyak sih PT. Dean Shoes ini, dari LSM, instansi-instansi bukan dari dua desa saja,” terangnya.

Dia menambahkan, aksi demonstrasi dua warga desa tersebut, konsekuensi dari pihak perusahaan yang sering atau banyak merekrut tenaga kerja dari luar daerah.(dedi).