Bupati Karawang Usulkan UMK 2022 Naik 5,27 Persen


Newsnet.id – Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana merekomendasikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2022 naik 5,27 persen menjadi Rp 5.051.183. Besaran kenaikan tersebut sesuai dengan tuntutan buruh.

Surat rekomendasi tersebar di berbagai media sosial. dalam surat tersebut tertulis Rekomendasi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karawang tahun 2022 sebesar Rp 5.051.183 (naik 5,27%) yang tahun sebelumnya sebesar sebesar Rp.4.798.312 dan ditandatangani Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Rekomendasi ini disampaikan sebagai bahan pertimbangan Gubernur Jabar dalam menetapkan UMK Karawang.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Karawang Ferry Nuzarli membenarkan surat rekomendasi tersebut ditandatangani oleh Bupati atas desakan yang dilakukan para buruh sejak minggu lalu.

“Sejak Jumat minggu lalu, kami bertahan di depan gerbang Pemkab Karawang agar Bupati menandatangani usulan kenaikan UMK, dan pada malam kemarin sudah resmi disetujui rekomendasinya, yakni 5,27 persen atau menjadi Rp 5.051.183,” kata Ferry saat dihubungi melalui telepon selular, Kamis (25/11/2021).

Diharapkannya, rekomendasi tersebut bisa direalisasikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

“Kami berharap Gubernur menerima rekomendasi dari Kabupaten, dan segera disetujui,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengawal rekomendasi UMK di provinsi.”Rencananya tanggal 30 sekarang keputusannya, dan tentunya akan kami kawal di provinsi nanti,” tandasnya.

Sebelumnya, UMK Karawang paling tinggi di Jawa Barat selama tiga tahun terakhir.

Kabupaten Karawang merupakan daerah dengan UMK terbesar di Jabar. Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 561/Kep.774-Yanbangsos/2020, tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 besaran UMK Karawang pada tahun 2021 sebesar 4.798.312.

Bila dibandingkan dengan UMK Karawang Tahun 2020, yang sebesar Rp 4.594.324,54 ada kenaikan sebesar Rp 4,2% atau kurang lebih Rp 203,987. Nilai UMK itu ditetapkan ketika Indonesia, khususnya Jawa Barat, tengah diguncang oleh pandemi COVID-19.

Di luar tahun pandemi, yakni periode 2019-2020, UMK di Karawang bertambah cukup banyak yakni sekitar 7,8% atau Rp 360.314,27. Ketika tahun 2019, UMK Karawang berada di angka Rp 4.234.010,27.

Selama tiga tahun terakhir, Karawang menjadi daerah dengan nilai UMK paling tinggi di Jabar. Selain Karawang, daerah yang memiliki UMK tertinggi di Jabar pada 2021 lalu adalah Kota Bekasi dengan Rp 4.782.935,64 dan Kabupaten Bekasi sebesar Rp 4.791.843,9.

Bila mengacu kepada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang pada tahun 2020, pengeluaran per kapita di Karawang mencapai Rp 15.308 per hari untuk jenis kelamin laki-laki, sementara perempuan sebesar Rp 9.047 per hari.( dedi).