Kapolda Aceh Minta Pertanggungjawaban UNHCR Terkait Pengungsi Ronghya

TRANSJABAR.COM | Kehadiran warga Ronghya yang saat ini jumlahnya 1478 orang yang masuk ke Indonesia secara ilegal dan mereka mendarat diperairan Aceh menimbulkan persoalan baru. Dengan tegas masyarakat Aceh menolak kehadiran para pengungsi Ronghya yang terkesan memiliki watak keras susah diatur, dan tidak tahu berterima kasih.

Bahkan penolakan dilakukan masyarakat Aceh dengan mengusirnya, namun warga Ronghya tersebut tetap bersikukuh ingin menetap di Indonesia terutama di daerah pesisir Aceh.

Meskipun warga Ronghya kembali diminta untuk naik kedalam kapal dan kembali ke negaranya, warga Ronghya mencari celah agar kapal yang ditumpanginya kembali mendarat di perairan Aceh.

Terkait dengan hal itu Kapolda Aceh Irjen Ahmad Kartiko mengatakan dengan masuknya warga Ronghya ke Indonesia jelas merugikan pemerintah Indonesia, terlebih mereka masuk tanpa ijin.

Menurut Jendral Bintang dua ini, dengan masuknya warga Ronghya ke wilayah Indonesia meminta pertanggungjawaban pihak UNHCR Indonesia, kenapa mereka bisa lolos masuk ke perairan Indonesia secara ilegal.

Apalagi kata Kartiko, warga Ronghya yang masuk ke wilayah Indonesia sudah memiliki kartu UNHCR.

“Kami menemukan bahwa warga Ronghya ini telah memiliki kartu UNHCR yang diterbitkan negara asalnya Bangladesh dengan tulisan di sana, ” katanya pada awak media, Jumat ( 8/12/2023).

Artinya, imbuh Kartiko menjadi pertanyaan kenapa warga Ronghya ini kok bisa lolos datang ke Indonesia, dan ini menjadi tanggung jawab UNHCR.( Erna ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *