HUKRIM  

Ketua KPU Diduga Terlibat Kasus Penipuan, Korban Mulai Bermunculan

Transjabar.com | Tim penyidik Polres Purwakarta telah meningkatkan status dugaan tipu gelap dari penyelidikan menjadi penyidikan, kasus dugaan tipu gelap yang diduga melibatkan Ketua KPU Purwakarta Ahmad Ikhsan Faturrahman.

Iksan dilaporkan atas dugaan penipuan oleh seorang kepala desa di Purwakarta  berinisial WSM. Iksan menjanjikan sebuah proyek pekerjaan infrastruktur bersumber dari dana hibah Propinsi Jawa Barat sejak dua tahun silam.

Untuk memuluskan proyek pembangunan infrastruktur berjalan dengan lancar, diduga Iksan terlebih dulu meminta uang sebagai tanda jadi, dan korban mengabulkan permintaan tersebut. Namun proyek yang sudah dijanjikan tidak juga terlaksana, sehingga korban melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Purwakarta.

Kapolres Purwakarta AKBP Erward Zukarnaen menyampaikan, penyidik sudah meningkatkan kasus dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh Ketua KPU Purwakarta Ahmad Ikhsan Fatturrahman tersebut ke tahap penyidikan.

“Ya kasus ini sudah masuk kebtahap penyidikan, dan kasusnya ditangani unit Tipikor Satreskrim, “ ujarnya, Kamis, ( 8/12/22).

Menurut Edward, modusnya, pelaku menjanjikan sebuah pekerjaan infrastruktur  dengan nilai Rp. 2,5 milyar yang tersebar di 5 desa di Kabupaten Purwakarta. Namun, kata Edward, sebelum proyek tersebut dilaksanakan, terlebih dulu korbanya menyetorkan uang pelicin yang besaranya Rp. 30 juta untuk setiap pekerjaan setiap desa.

Dimana uang tersebut akan digunakan untuk biaya operasional mengurus proyek di tingkat Propinsi Jawa Barat. “ Korban dijanjikan akan diberikan 5 pekerjaan infrastruktur di 5 desa diwilayah Kecamatan Maniis, Darangdan, “ ujarnya.

Selanjutnya, kata Edward, korban menyerahkan uang sebesar Rp. 215 juta secara tunai melalui Eriek Nugroho, Asep Setiawan, dan Agus Sulaeman. “ Korban melapor karena proyek yang dijanjikan tidak juga kunjung kejelasanya, “ katanya.

Sementara terkait kasus tersebut, pihaknya juga sudah melakukan pemanggilan terhadap saksi –saksi untuk dimintai keterangan, “ Belum ada penetapan tersangka, semua masih dala proses pemeriksaan saksi, “ pungkasnya.

Ditempat terpisah, korban lainya berinisial DS asal Karawang juga akan melaporkan jika memang tidak ada itikat baik dari ketua KPU Purwakarta Ahmad Ikhsan Fatturrahman juga akan melaporkan ke pihak Polres Purwakarta.

Menurutnya, akibat modus janji manis terkait dengan proyek tersebut, diriya bersama dengan dua orang rekan lainya merasa tertipu, nilainya mencapai Rp. 960 juta. “Ya kerugian kami sesuai uang yang diminta sebesar Rp. 960 juta, janjinya ada kerjaan, tapi hanya janji janji saja, ” ujar DS. (her/red).