HUKRIM  

Dua Remaja Dikeroyok Warga Pabuaran Kidul, Ayahnya Tak Terima Akan Tuntut Pelaku

Warga Pabuaran Lor, Karyad (42) ayah seorang remaja di bawah umur tidak terima anaknya menjadi korban pengeroyokan warga Desa Pabuaran Kidul Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon, Selasa 8 September malam.

Karyad, kepada Transjabar.com, Kamis 10 September 2020 mengungkapkan kekecewaannya kepada Pemdes Pabuaran Kidul. Pasalnya, Karyad mengetahui aksi kekerasan fisik yang dialami anaknya itu lewat video yang diunggah di media sosial, Rabu 9 September 2020 dini hari pukul 01.00 wib.

“Saya tidak terima dengan pengeroyokan warga Pabuaran Kidul kepada anak dan keponakan saya. Ini Pemdes Pabuaran Kidul katanya mengamankan, tapi nyatanya saya lihat di video anak saya diperlukan seperti itu,” tandas Karyad.

Dalam video yang tersebar di media sosial dari rekaman warga pada Selasa 8 September 2020 malam sekitar pukul 22.00 wib, terlihat jelas aksi kekerasan warga kepada dua remaja.

Atas kejadian yang dialami anaknya tersebut, Karyad Pemdes Pabuaran Kidul bertanggung jawab. Tidak hanya itu, dirinya juga akan menuntut semua pelaku yang ada di video mempertanggungjawabkan secara hukum.

Diceritakannya Karyad, dirinya mendapat kabar anaknya diamankan di rumah Toni orang tua Tito. Namun warga membawa kedua remaja itu ke Balai Desa Pabuaran Kidul.

“Padahal saat kejadian, anak saya itu naik motor bertiga dengan Tito anaknya Toni warga Pabuaran Kidul. Tetapi kenapa yang dibawa ke Balai Desa cuma dua orang, anak dan keponakan saya,” paparnya.

Setelah di Balai Desa, kedua remaja itu ternyata malah dihakimi warga. Bahkan dari video itu terlihat juga ada oknum lembaga desa yang ikut mencekik leher belakang korban.

“Pas saya sampai ke Balai Desa Pabuaran Kidul, sudah sepi. Anak saya sudah dibawa diamankan di kantor Polsek Pabuaran. Dan baru dipulangkan pada Rabu 9 September 2020 siang,” tutur Karyad. (*)

Laporan : Rohendi & Supri