Soal Limbah RS Budi Asih, Penyidik Mulai Investigasi

Nampak penyidik kepolisian diarea RS Budi Asih Bekasi. Foto: Catur Azi/transjabar

transjabar _ BEKASI – Apa yang disampaikan transporter Hartono Manager Pol PT. Mahardika Handal Sentosa ( MHS) yang beralamat kantor di Cakung Jakarta Timur kepada transjabar.com terkait dengan informasi pengangkatan limbah medis di RS Budi Asih Bekasi.

Bahwa pihak PT. MHS sejak tanggal 20 Maret 2018 sudah tidak pernah lagi melakukan pengangkatan limbah medis di RS Budi Asih.

Pasalnya, PT. MHS mengaku jauh hari sebelum pasca terkuaknya pembuangan limbah medis dibuang di wilayah Konsevasi di Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang pada Sabtu ( 8/9/2018).

Pihaknya sudah memutuskan untuk menghentikan pengangkatan limbah medis di RS Budi Asih Bekasi. Itu sudah disampaikan ke pihak managemen RS Budi Asih Bekasi secara tertulis.

Dengan alasan perusahaan pemusnahan limbah berbahaya yakni PT Tenang Jaya di Karawang menginfokan sedang dalam masa tenang karena persoalan ijin.

Hartono menjelaskan, keterangan hanya melakukan pengangkatan limbah medis hanya tiga kali dan itu sebelum pemutusan kontrak pihaknya ke RS Budi Asih.

Menyusul hal itu, pihak RS Budi Asih tetap mengacu pada ketentuan ikatan kontrak kerjasama antara RS Budi Asih dengan PT. MHS soal pengangkatan limbah rumah sakit.

Dimana ikatan kontrak tersebut dengan waktu selama 1 tahun sesuai Nomor kontrak 048/MHS-RS Budi Asih/2018 tertanggal 8 Januari 2018.

Pihak rumah sakit dengan tegaa membantah semua apa yang disampaikan Hartono kepada media.

Pihak rumah sakit dengan alasan ada bukti – bukti yang menguatkan bahwa pengangkatan limbah medis selama 7 kali dilakukan transporter PT. MHS, terhitung sejak bulan Januari sampai dengan bulan September 2018.

Pada kenyataannya, belum ada pemberitahuan baik secara tulisan dan lisan kepada pihaknya terkait dengan informasi dari PT. MHS soal penghentian pengangkatan limbah medis.

Sesuai yang disampaikan Hartono pada tanggal 20 Maret 2018 menyampaikan surat penghentian sementara terkait dengan pengangkatan limbah medis RS Budi Asih.

Sama sekali hal itu tidak benar, menurut kuasa hukum Rumah Sakit Budi Asih Hananta Yudha didampingi Humas Hadi Siswanto mengatakan, sesuai dengan manifes limbah medis yang diangkat pihak transporter dalam hal ini PT. MHS sudah 7 kali pengangkatan dengan sistem pembayaran via transfer.

Diperkuat dengan bukti – bukti manifes pihaknya mengaku tetap sesuai dengan sikapnya. Bahwa yang mengangkat limbah medis di RS Budi Asih adalah transporter PT. MHS dengan sopir bernama Herman.

Sementara itu pantauan transjabar.com pihak penyidik dari pihak kepolisian sedang melakukan investigasi berkaitan dengan proses kasus tersebut ke pihak RS Budi Asih ( Catur Azi).