Pemborong Revitalisasi DAS Tarum Timur Dikritik

transjabar _ KARAWANG –Terlihat kumuh dan tak terawat sepanjang bantaran kali Citarum Timur, Curug – Karang Anyar kecamatan Klari sampai dengan bantaran kali dan pinggiran jalan sepanjang Tamelang Kecamatan Purwasari. Gundukan tanah bekas kerukan hingga saat ini dibiarkan begitu saja oleh pihak pemborong.

Padahal, revitalisasi kali Citarum Timur yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah tersebut bertujuan untuk memperindah, bukanya malah membuat kali terlihat jorok dan tak terurus.

Ade Hasan, warga Karang Anyar mengaku heran dengan pihak pemborong, seharusnya tanah lumpur hasil kerukan kali dibuang, bukanya ditumpuk dibantaran kali dan bantaran jalan.

Alat berat keruk tanah lumpur disepanjang DAS Tarum Timur

Bayangkan, kata Ade, gundukan tanah lumpur galian kali tingginya sampai 5 meteran, kuatir kalau musim hujan karena tanahnya lumpur akan kembali meluber dan kembali kesungai dan memutus jalan.

“ Seenaknya saja pemborongnya, masa tanah lumpur disimpan di bantaran kali. Kalau hujan pasti meluber kemana – mana, “ ujar dia pada transjabar, Senin ( 23/9/2018).

Hal senada juga disampaikan aktivis lingkungan Rudi, menurutnya minimnya pengawasan dari instansi terkait sebabkan pihak pemborong seenaknya mengerjakan pekerjaan yang menghabiskan anggaran hingga milyaran rupiah tersebut.

Selain terkesan asal asalan mengerjakan proyek DAS Tarum Timur, pihak rekanan juga terkesan menutup informasi berkaitan dengan jenis kegiatan dan sumber anggaran.

“Masa seharusnya dipasang papan nama proyek, ini sudah kesanya asal asalan tidak transparan juga, “ cetusnya ( Nur).