Musim Kemarau Sumur Warga Cibukamanah Mengering

Dimusim kemarau sumur milik warga di Desa Cibukamanah mengering. Foto : Catur Azi/transjabar

transjabar_ PURWAKARTA – Warga yang tinggal dibeberapa kampung di wilayah Desa Cibukamanah Kecamatan Cibatu mengaku mengalami kesulitan air bersih. Pasalnya dimusim kemarau mata air di sumur – sumur milik warga mulai mengering.

Salah satunya dirasakan oleh Tatita ( 41) warga yang tinggal di Kampung Pangkalan 2 RT 12/1, Desa Cibukamanah mengaku sejak tiga pekan terakhir air di sumur  miliknya sudah mulai mengering.

“Jikapun masih ada air disumur, kondisinya sangat kotor dan bercampur tanah. Sehingga tidak mungkin untuk dipakai untuk keperluan MCK,“ katanya pada transjabar.com, Selasa (28/8/2018).

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, menurut Tatita ketika musim kemarau biasanya harus mengambil air yang jaraknya sekitar 1 kilometer dengan menggunakan sepeda motor. Kondisinya sangat curam, sehingga kalau tidak hati hati bisa berbahaya.

Sementara itu, Kepala Desa Cibukmanah Karwita membenarkan kalau sumur sumur milik warga ketika musim kemarau menyusut. Namun untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih, Pemdes Cibukamanah sudah menyiapkan sumber air bersih yang dibangun di tiga titik dilingkungan RT 1,2 dan 3.

Ia memang mengakui, penyediaan air bersih oleh Pemdes warga harus mengambil sendiri, karena memang tidak dipasang pipa pipa yang langsung ke saluran warga. “Kalau air dari titik sumber harus dipasang pipa biayanya sangat besar, sementara air bersih yang disiapkan tidak dipunggut biaya, “ ujarnya.

Ia jelaskan, air bersih di tiga titik tersebut setiap titik sumber mata air mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan MCK sebanyak 300 KK.(ctr).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *