Mungkinkah 4 Pimpinan DPRD Purwakarta Juga Lupa 

TRANSJABAR.COM, BANDUNG – Hari ini sesuai dengan jadwal 4 orang pimpinan DPRD Purwakarta akan memberikan kesaksian terkait dengan sidang kasus dugaan SPPD dan Bimtek fiktif disekretariat DPRD Kabupaten Purwakarta di Pengadilan Negeri Kelas II A Bandung, Rabu ( 29/1/2019).

Sesuai dengan jadual pukul 09.00 wib kemungkinan akan molor waktu pelaksanaan mengingat padatnya jadual persidangan di PN Kelas II A Bandung, seperti biasanya sidang SPPD dan Bimtek fiktif DPRD Purwakarta akan dimulai sekira pukul 19.30 wib.

Seperti diketahui, sidang yang menghadirkan dua orang terdakwa yakni Muhammad Rivai mantan Sekwan DPRD Purwakarta dan Ujang Hasan mantan PPTK. Kasus dugaan SPPD dan Bimtek fiktif tersebut merugikan keuangan negara sebesar Rp.2,3 milyar.

Sementara dalam sidang sebelumnya, saksi – saksi yang dihadirkan pihak Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Kejaksaan Negeri Purwakarta selain banyak lupa terkait dengan kegiatan SPPD dan Bimtek fiktif juga tidak mengakui terkait dengan bukti kwitansi yang ditunjukan pihak JPU.

Termasuk saksi juga menyebutkan terkait dengan program kerja anggota DPRD Purwakarta juga tidak lepas dari persetujuan pimpinan dewan. Baik itu berkaitan dengan Kunker dan Bimtek.

Dalam fakta persidangan para anggota dewan yang menerima honor dari kegiatan program kerja sepanjang tahun 2016 hampir seluruhnya mendatangani kwitansi kosong yang diberikan juru bayar yakni Purwaningsih.

Mungkinkah 4 Pimpinan Lupa

Sidang hari ini menyimpan seribu pertanyaan dari masyarakat. Pasalnya, apa mungkin 4 pimpinan DPRD Kabupaten Purwakarta yakni Sarip Hidayat ( Ketua DPRD ) Neng Supartini ( Wakil Ketua, Sri Puji Utami ( Wakil Ketua ) dan Warseno ( Wakil Ketua ) yang akan berikan kesaksian juga ikut lupa berkaitan dengan kasus sidang SPPD dan Bimtek fiktif. ( Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *