Tumpahan Oil Spell Dihargai Rp 20/6 Kg, Yang Nampung Siapa ?

Karawang|transjabar.com – Oil Spell atau tumpahan minyak di laut lepas pantai Desa Pusakajaya Utara dihargai Rp 20 setiap 6 Kg nya. Hal ini, para nelayan desa tersebut lebih memilih lempengan tumpahan minyak, dari pada menangkap ikan di laut lepas hasilnya nihil.

Oil spell yang terapung di laut lepas yang diduga akibat kebocoran pipa milik Pertamina, kata para nelayan Desa Puasakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, dirasakan sangat mengganggu usaha penangkapan ikan. Makanya, mereka dari pada gantung jaring dan bisa bisa anak istri tidak bisa makan, lebih baik menangkap lenpengan oil spell.

Menurut Caslim, tumpahan minyak di lepas laut Desa Pusakajaya Utara terjadi untuk ketiga kalinya. Dampaknya, sangat mengganggu aktivitas para nelayan guna melakukan penangkapan ikan di laut.

Para nelayan, dari pada kehilangan penghasilan terpaksa untuk sementara menangkap lempengan oil spell. Itu pun selama ada pihak yang menampung dan menghargai oil spell tersebut, Rp dua puluh ribu setiap enam kilo.

Sekitar terjadinya tumpahan minyak mentah di lepas laut, bukan dirasakan para nelayan di Desa Puasajaya Utara Kecmatan Cilebar saja. Hal ini, dirasakan para nelayan lainnya di pedesaan pantai utara Kabupaten Karawang.

Menurut H.Dindin, ada para nelayan katagori golongan A yang hingga bocor pipa ke tiga kalinya, belum mendapatkan uang kompensasi. Hingga kini mereka masih menunggu, dan kebingungan kepada siapa harus minta bantuan, guna mendapatkan uang kompensasi golongan A tersebut.(jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *