Gelaran Adat Sunda Ruwat Bumi Bentuk Rasa Syukur

 

transjabar_KARAWANG – Rasa syukur warga akan hasil panen yang melimpah di tahun ini, ditumpahkan dalam gelaran ‘Ruwatan Bumi Hajat Buruan’. Gelaran pesta adat ini memang sudah turun temurun dilakukan oleh warga Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.

Puluhan warga menari-nari diiringi alunan tembang sunda lengkap dengan tabuhan kendang, sambil mengarak keliling kampung beberapa macam hasil tani yang dirangkai menjadi rumah-rumahan dan tumpeng.

“Kegiatan ini adalah ungkapan rasa syukur kami. Selain itu kegiatan ini juga untuk menggali potensi budaya leluhur di desa kami yang sudah dimulai turun menurun sampai sekarang,” kata sesepuh Kampung Tegalkoneng, Eno (80) saat ditemui di sela-sela gelaran ‘Ngaruat Bumi Hajat Buruan’, Kamis (16/8/2018).

Natala Sumedha salah satu tokoh masyarakat Karawang mengatakan upacara adat Sunda yang rutin digelar setiap tahun ini akan meningkatkan hasil panen warganya di tahun berikutnya.Baik hasil panen padi maupun palawija.

Bukan tidak mungkin nantinya Kelutahan Mekarjati ,bisa berubah menjadi desa subur makmur kertaraharja. “Sebagai suku Sunda, kita juga wajib melestarikan derajat budaya sunda pada umumnya di Kabupaten Karawang,” pungkasnya.

Selain itu, Natala mengatakan budaya Sunda seperti hajat bumi ini harus dilestarikan karena gelaran ini lambat lain tergerus oleh kemajuan teknologi industrialisasi sehingga dipastikan ditambang kepunahan.

“Gelaran ini harus dilestarikan untuk menarik minat wisatawan, dan Pemerintah daerah harus bisa mempertahan adat Sunda yang turun menurun,” pungkasnya.(Nandang).