Galian Bakal Timbun Limbah Disoal Warga

TRANSJABAR.com, Bekasi – Warga yang tinggal di wilayah Kp Babakan Rantai, Desa Karang Reja, RT 13/7 mensoal terkait dengan roma bau yang disebabkan pengelolaan limbah perorangan bernisial Sy alias Bara.

Pasalnya selain aroma bau tidak sedap, pengelola limbah rumah tangga tersebut diduga juga akan menimbun sampah – sampai plastik dan limbah berbahaya lainya.

Sekdes Surotali Bidang Perencaan Desa Karang Reja mengatakan, ijin awal yang diminta oleh Bara adalah ijin pemancingan dengan kapasitas empang ukuran kecil. Tapi, banyak warga melapor malah mengali lubang yang katanya bakal dipakai untuk ngurug limbah.

Setelah dicek, ternyata benar, galian dengan kapasitas kedalaman 7 meter persegi sangat tidak mungkin untuk empang.

 

BPD Karma saat mengecek lokasi galian yang digunakan timbun sampah berbahaya. Foto: Din/transjabar

“Warga kuatir, kalau lobang dijadikan lokasi menimbun limbah berbahaya, nanti dampak lingkungan bakal ada imbasnya, “ kata Surotali pada transjabar.com.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua BPD Desa Karang Reja, Karma Prayidi. Menurut dia, warga merasa kuatir kalau dampak lingkungan kedepan akibat limbah berbahaya.

“Tadinya kan lokasi ini hanya buat buang sampah rumah tangga, tapi ternyata setelah dicek malah buat nimbun sampah, “ ujar dia.

Bahkan, ketika pemilik ditanya, katanya hanya untuk menimbun limbah ranting daun dari Kawasan Summarecon, dan limbah plastik.

Sementara itu Bara ketika dimintai keterangan awak media mengatakan bahwa lobang yang digali memang untuk pembuangan limbah rumah tangga. Karena kata dia, nantinya akan mendapat order dari beberapa perumahan.

Pihak perumahan, kata Bara dengan sistem kontrak dengan dirinya selama setahun. Sedangkan, perumahan yang sudah bekerja sama dengan dirinya, yaitu perumahan Grand Permata Citra sebanyak 300 KK, Perumahan Pelagi sebanyak  100 KK, Perumahan TPI 100 KK, Perumahan BKI 100 KK.(din).