Dedi Mulyadi Sebut Seniman Bantu Kemerdekaan dan Jadi Pahlawan Pembangunan

TRANSJABAR.COM, PURWAKARTA – Budayawan Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan peran seniman dalam perjalanan sejarah kebangsaan Indonesia. Menurut dia, terdapat dua peran sentral yang sudah dan sedang dilakukan oleh para seniman tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat tersebut dalam sebuah kegiatan. Tepatnya, di Acara Pelantikan Himpunan Seniman Purwakarta, di Cikao Park, Jalan Raya Sukatani, Purwakarta, Jum’at (9/10/2018) malam.

“Seniman itu profesi mulia. Mereka turut membantu negeri ini merdeka. Mereka pun aktif turut serta dalam mensukseskan pembangunan. Saat saya menjabat sebagai Bupati Purwakarta, pikiran dan karya para seniman menghiasi produk-produk pembangunan,” kata Dedi.

Bukti konkret partisipasi seniman menurut Dedi tercermin dari landmark tata kota. Ornamen taman tematik dan gapura indung karahayuan, kata dia, merupakan hasil sumbangsih para seniman. “Purwakarta hari ini memiliki ikon gapura malati. Itu produk para seniman. Kemudian, taman tematik juga lahir dari pemikiran dan buah karya mereka. Karya-karya itu kini dinikmati oleh bukan saja warga Purwakarta, tetapi semua orang,” ujarnya.

Selain itu, lukisan karya seniman dalam dan luar Purwakarta turut menghiasi dinding-dinding kantor pemerintah. Menurut Dedi, kepedulian pemerintah merupakan bukti timbal balik atas karya-karya tersebut. “Boleh jalan-jalan ke bekas kantor saya. Itu lukisan karya seniman. Jadi, saat karya mereka menghiasi ruang publik, itu bukti sesungguhnya tentang kepedulian pemerintah terhadap seniman,” katanya.

Atas dasar itu, Ketua DPD Golkar Jawa Barat tersebut menyebut para seniman tergolong pahlawan. Karena itu, kata dia, seniman layak mendapatkan penghargaan sebagaimana umumnya para pahlawan. “Para seniman itu pahlawan yang harus dihargai. Seluruh tetesan keringat seniman melahirkan karya, semuanya harus dihargai,” ucapnya.

Masalah Klasik

Menjalani profesi sebagai seniman ternyata bukan tanpa masalah. Kendala penghasilan menjadi ganjalan utama para seniman selama ini. Pasalnya, karya para seniman terutama seniman pemula kerap dihargai murah. Dedi Mulyadi menilai harga tersebut sangat tidak sesuai dengan kemuliaan profesi sebagai seniman. “Hargai karyanya sesuai dengan jasanya. Seni dan budaya merupakan identitas bangsa kita. Jangan sampai karena murahnya harga, khazanah kebangsaan kita dikuasai bangsa lain,” katanya.

Berbagai karya monumental produk seniman kini dapat dipelajari. Dedi mencontohkan candi, sastra dan puisi. Semua itu kata dia, akan tetap abadi karena sudah masuk ke dalam relung kehidupan masyarakat. “Karya seniman itu bisa melampaui zamannya. Itu sejarah akan berbicara,” ucapnya. (ctr).