Dedi Mulyadi Ikut Latih Tanding Bela ASAD Jaya Perkasa, Gawangnya Kebobolan Satu Gol

Foto: Catur Azi/transjabar

transjabar_ PURWAKARTA – Pembina ASAD Jaya Perkasa Dedi Mulyadi berperan sebagai penjaga gawang dalam kegiatan latih tanding ASAD melawan Margaluyu FC. Dalam pertandingan tersebut, gawang milik Mantan Bupati Purwakarta itu kebobolan satu gol.

Latih tanding dalam rangka peringatan ulang tahun ASAD Jaya Perkasa yang kelima itu digelar di Lapangan Desa Margaluyu. Tepatnya, di Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (1/9/2018) sore.

ASAD Jaya Perkasa berhasil memenangkan pertandingan dengan skor telak 1-3 dari tuan rumah. Dedi tampil trengginas menjaga gawangnya dari serangan para pemain Margaluyu FC. Beberapa kali tendangan yang dilesakan berhasil dia blok dengan sempurna.

Sayangnya, menit ke 36 menjadi petaka bagi Budayawan Sunda itu. Skema umpan silang yang dilancarkan pemain Margaluyu FC, Rendi berhasil mengecoh konsentrasi Dedi. Dia keliru membaca arah bola.

Akibatnya, pemain Margaluyu FC yang lain, Hendro berhasil menerima bola dengan sempurna. Dia terbebas dari kawalan pemain ASAD dan melesakan bola ke arah gawang. Alhasil, Dedi terpaksa harus memungut si kulit bundar itu dari dalam gawangnya.

Gol dari Hendro memperkecil ketertinggalan Margaluyu FC dari ASAD Jaya Perkasa. Sebelumnya, pemain ASAD Yadi Mulyadi tampil sebagai pembeda di pertandingan tersebut. Striker Timnas U-16 itu menyarangkan satu gol ke gawang Margaluyu FC.

Usai turun minum, ASAD tampil bak kesetanan. Akademi yang kerap mengirimkan pemain untuk timnas itu berhasil memasukan dua gol. Satu gol dari Sukrayatul Fajra, sementara satu lagi berasal dari kaki Thoriq Hernando.

Penonton Geleng-Geleng Kepala

Salah seorang penonton, Resti (24) terheran melihat aksi Dedi Mulyadi. Bobotoh Persib Bandung itu tidak menyangka mantan bupatinya mahir menjaga gawang.

“Pokoknya geleng-geleng kepala, tadi lihat Pak Dedi kayak terbang gitu pas blok tendangan. Kirain hanya jago bangun daerah, ternyata jago main bola juga,” katanya.

Usai pertandingan, Dedi menjelaskan bahwa dirinya sejak kecil memang menyukai posisi penjaga gawang. Menurut dia, penjaga gawang merupakan palang pintu terakhir untuk menjaga kemenangan tim.

Dia mengaku sering merasa gemas saat menyaksikan drama adu penalti dalam sebuah pertandingan. Posisi penjaga gawang menurutnya sangat krusial karena harus mampu mengolah feeling dan teknik sekaligus.

“Sejak kecil kalau main bola, saya itu kiper. Feel dan teknik harus sejalan bagi seorang kiper. Apalagi, skor pertandingan sepakbola itu ditentukan oleh skor. Jadi, kiper sangat penting, pemain lain juga penting sekali. Kerjasama tim intinya,” katanya. (ctr).