Beredar Rumor, Empat Pimpinan DPRD Purwakarta Bakal Naik Status

TRANSJABAR.COM, BANDUNG – Empat orang pimpinan DPRD Purwakarta belum terlihat batang hidungnya di Pengadilan Negeri Kelas II A Bandung, empat orang pimpinan DPRD Purwakarta itu datang berkapasitas sebagai saksi dalam persidangan dugaan korupsi SPPD dan Bimtek fiktif yang melibatkan dua orang terdakwa yakni Muhammad Rivai ( mantan sekwan ) dan Ujang Hasan ( mantan PPTK).
Ke empat orang pimpinan DPRD Purwakarta itu yakni Sarip Hidayat ( Ketua DPRD), Warseno ( Wakil Ketua ), Puji Sri Utami ( Wakil Ketua ), dan Neng Supartini ( Wakil Ketua ).  Mereka dimintai keterangan seputar SPPD dan Bimtek fiktif sehingga merugikan negara hingga Rp. 2,4 milyar Tahun Anggaran ( TA ) 2016.
Rumor Pimpinan DPRD Bakal Naik Status
Sementara itu, terdengar rumor santer bahwa empat unsur orang pimpinan DPRD Kabupaten Purwakarta diduga akan dinaikan statusnya dari saksi dalam kasus dugaan korupsi SPPD dan Bimtek fiktif DPRD Purwakarta menjadi tersangka.
Aktivis anti korupsi Hantono mengatakan, jika diliat dari fakta fakta hukum dalam persidangan dari keterangan keterangan para saksi yang dihadirkan dirasa sudah menguatkan cukup bukti kalau pimpinan dewan terlibat.
Diantaranya berkaitan dengan program kerja anggota DPRD tidak lepas dari persetujuan dari pimpinan DPRD, termasuk patut diduga pimpinan mengetahui soal dugaan adanya SPPD fiktif.
Dalam persidangan para saksi mengakui telah menandatangani kwitansi kosong. Atas pengakuan para saksi anggota DPRD, majelis hakim mengatakan bahwa para saksi terlibat semua dalam tindakan merugikan keuangan negara.
Menurut aktivis anti korupsi tersebut, pernyataan majelis hakim itu bisa dijadikan dasar bagi JPU Kejaksaan Negeri Purwakarta menindaklanjutinya.”Apalagi dalam fakta persidangan majelis hakim mengatakan bahwa para saksi juga terlibat semua dalam kasus dugaan korupsi,” katanya.
Sedangkan sampai berita ini diturunkan empat orang pimpinan DPRD belum bisa ditemui, ketika dihubungi salah satu unsur pimpinan sedang istirahat. ( Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *