Sosialisasi Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Karangtengah, GMPK Cirebon Ajak Bertani Sorgum

Cirebon | Transjabar.com – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) DPD Cirebon terus menebar semangat perubahan untuk masyarakat desa lebih baik. Seperti yang dilakukan GMPK DPD Cirebon di Desa Karangtengah Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon, Rabu 31 Maret 2021 malam.

Bertempat di Balai Desa Karangtengah, pengurus DPD bersama PAC GMPK Kecamatan Karangsembung hadir memberikan sosialisasi dan motivasi kepada warga desa. Selain dihadiri berbagai elemen masyarakat Desa Karangtengah, juga hadir beberapa Kuwu dari desa di Kecamatan Karangsembung dan Kecamatan Karangwareng.

Ketua DPD GMPK Cirebon, Siswanto Hartoyo memaparkan, Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) merupakan perhimpunan yang memiliki visi dan misi mewujudkan Indonesia tanpa korupsi. “Setiap anggota harus berperilaku dalam kehidupan sehari-hari sesuai Kode Etik GMPK, yaitu, Peduli, Integritas Moral, Jujur, Berani, Konsisten, Egaliter, dan siap menjadi agen perubahan,” papar Siswanto.

Untuk membentuk anggota GMPK sebagai agen perubahan, DPD Cirebon memiliki program pengetahuan hukum dan pendidikan paralegal. Selain membekali pengetahuan dan membuka pola pikir serta mentalitas tangan di atas juga memberikan program pemberdayaan ekonomi.

“Program pemberdayaan yang dilakukan melalui bertani Sorgum untuk semua anggota GMPK. Kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menanam Sorgum. Program bertani Sorgum kami menyiapkan pendidikan, pelatihan hingga mentoring dari penyiapan lahan hingga masa panen. Semua tahapan itu kami mentoring bahkan semua anggota kami backup permodalannya,” terang Siswanto.

Dari bertani Sorgum ini, lanjut Siswanto, para anggota bisa mendapatkan keuntungan di kisaran Rp 10 juta per hektar untuk panen pertama. Masa tanam Sorgum untuk dipanen batang dan daunnya pada usia 2,5 bulan.

“Satu kali tanam, Sorgum bisa kita panen empat hingga lima kali panen. Karena pohon Sorgum ini bertunas kembali setelah ditebang. Sehingga untuk panen kedua dan seterusnya bisa dilakukan setiap dua bulan. Dengan demikian untuk panen kedua bisa mendapatkan hasil panen berlipat dengan biaya yang lebih hemat,” jelas Siswanto. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *