Mantan Kasat Narkoba Polres Karawang di Berhentikan Tidak Hormat

Transjabar.com – Mantan Kasat Narkoba Polres Karawang, Polda Jawa Barat AKP Edi Nurdin Massa atau AKP ENM akhirnya diberhentikan tidak dengan hormat dari Polri. Berdasarkan putusan sidang etik Polri yang digelar pada Jumat 2 September 2022 di Ruang Bidang Propam Polda Jawa Barat.

Sidang etik yang digelar bersamaan selain AKP ENM, mantan Staf Bamin Logistik Polres Sukabumi Brigadir Aulia Galura Prasetia (AGP), mantan staf Bamin Logistik Polres juga diberhentikan dengan tidak hormat atau Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH).

Kepada wartawan, Kapolda Jabar Irjen Pol. Suntana mengatakan, akan menindak tegas anggota yang terlibat penyalahgunaan narkotika. Jika terbukti maka akan diproses hukum sampai dengan pemecatan.

“Sesuai perintah Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, ini prioritas utama yang harus menjadi atensi adalah penyalahgunaan narkoba oleh anggota Polri. Saya tidak akan pandang bulu untuk memberikan sanksi, walaupun anggota saya sendiri,” tegas Kapolda Jabar

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Ibrahim Tompo menambahkan, Sidang Komisi Kode Etik Polri dipimpin Kabid Propam Polda Jabar Kombes Pol. Yohan Priyoto bersama anggota komisi AKBP Widodo, Kompol Jani Purba Wicaksana, dan Kompol R. Bimo Moerdana.

“Hasil putusan sidang AKP ENM dan Brigadir A memberhentikan keduanya tidak dengan hormat terhadap keduanya,” ujar Kombes Ibrahim Tompo.

Ia sampaikan, bahwa pemberian sanksi PTDH ini sebagai pembelajaran dan sarana introspeksi bersama agar pengawasan dan pengendalian kepala satuan kerja lebih ditingkatkan lagi.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Jabar Kombes Pol. Yohan Priyoto mengatakan, pemecatan anggota yang melanggar itu, juga untuk menjaga nama baik institusi Polri.

“Dengan berat hati kami melaksanakan PTDH ini untuk menjaga keseimbangan organisasi, memelihara motivasi anggota yang sudah bekerja dan berkelakuan baik,” kata Kabid Propam Polda Jabar.

Ketua Komisi Sidang Kode Etik itu menyatakan, AKP ENM, mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Karawang dan Brigadir AGP, mantan staf Bamin Logistik Polres Sukabumi, terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 13 Huruf e Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri Jo Pasal 13 ayat (1) PPRI No 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

AKP ENM disanksi bukan administratif sebagaimana dimaksud Pasal 108 ayat (1) huruf a dan b Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan di hadapan Sidang KKEP dan/atau secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak yang dirugikan,” ujar Ketua Komisi Sidang Kode Etik.

Sanksi administratif sebagaimana dimaksud Pasal 109 ayat (1) huruf e Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah membantu dan mendukung Polri dalam memberantas kasus-kasus narkotika.

“Apresiasi dari masyarakat merupakan suntikan semangat Kepolisian untuk terus memberantas penyebaran narkoba yang selama ini melekat ditengah masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, selain terbukti positif mengonsumsi narkoba jenis sabu, AKP ENM juga terbukti memasok sabu dan ekstasi ke dua tempat hiburan malam di Kota Bandung. Dari tangannya, polisi menyita ribuan butil pil ekstasi dan ratusan gram sabu. AKP ENM ditangkap di sebuah apartemen di Karawang oleh personil Bareskrim Polri. (son/red).