Kode Etik Jurnalistik Menjaga Integritas Wartawan, Begini Penjelasan Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat

TRANSJABAR.COM | Ketua PWI Jawa Barat (Jabar) Hilman Hidayat, menegaskan penegakan kode etik jurnalistik merupakan landasan utama untuk menjaga integritas profesi wartawan.

Ia pun menyampaikan keprihatinannya terhadap masalah di lapangan yang seringkali muncul akibat wartawan yang tidak mematuhi kode etik, baik dari segi jurnalistik maupun etika profesi wartawan.

Hal itu disampaikan Hilman Hidayat, dalam kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang digelar di Aula PWI Jabar, Jalan Wartawan II, Kota Bandung, Rabu (10/1) kemarin.

Dikatakan Hilman, bahwa PWI Jabar kerap mendapat pengaduan dari sebagian pihak terkait perilaku oknum wartawan. “Kami banyak pengaduan terkait perilaku wartawan yang tidak mengindahkan kode etik. Ini menjadi perhatian serius bagi PWI Jabar,” tandasnya.

Dalam beberapa pidatonya Hilaman mengaku selalu menegaskan pentinganya penegakan kode etik jurnalistik (KEJ) dan kode etik perilaku (wartawan) khususnya anggota PWI.

“Karena itu merupakan landasan utama untuk menjaga integritas profesi wartawan dan mencegah terjadinya masalah hukum,” ujarnya.

Ia berharap agar para wartawan selalu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, menghindari tindakan yang dapat membahayakan baik diri sendiri, keluarga maupun pihak diberitakan.

PWI Jabar berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan pelatihan kepada para wartawan guna menjalankan tugas dengan profesional dan sesuai norma yang berlaku. Karena profesi wartawan merupakan profesi terbuka, siapapun bisa menjadi wartawan, tutur Hilman.

Namun, lanjut Hilman, wartawan yang sebenarnya harus memperhatikan atau mematuhi kaidah-kaidah jurnalistik dan kode etik perilaku, yang sudah ditetapkan.

“Karena dengan mematuhi KEJ dan perilaku yang baik saat melaksanakan tugas, maka setidaknya sudah menjaga marwah profesi wartawan,” pungkasnya.

Sebagai informasi dalam kegiatan OKK tersebut diikuti sebanyak 39 peserta dari berbagai media dan daerah di Jabar. Adapun materi-materi disampaikan yakni, sejarah terbentuknya PWI, rambu-rambu pers dan advokasi, teknik menulis berita, transformasi media, dan tantangan wartawan, serta kode etik jurnalistik. (Ron/Red)