Restu Herman Khaeron untuk H.Agus Maksum, Kursi Ketua DPC Demokrat Cirebon Menguat

CIREBON | Transjabr.com – Tokoh masyarakat Cirebon Timur, H.Agus Maksum, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Cirebon periode mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus usai mengikuti kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar di Kecamatan Ciledug, Senin (13/4/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, yang juga merupakan anggota DPR RI.
Dalam kesempatan tersebut, H.Agus mengungkapkan bahwa dorongan untuk maju sebagai calon Ketua DPC datang langsung dari Herman Khaeron. Ia menyebut, tawaran itu sebenarnya telah disampaikan sejak 2025 dan kini menjadi momentum yang dinilai tepat untuk mengambil langkah politik yang lebih serius.

“Saya siap mengemban amanah sebagai calon Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cirebon. Ini merupakan kepercayaan besar yang diberikan langsung oleh Bapak Herman Khaeron,” ujar H.Agus.

Dengan basis massa yang cukup kuat, khususnya di wilayah timur Kabupaten Cirebon, Agus optimistis mampu membawa perubahan signifikan bagi partai. Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal apabila dipercaya memimpin.

Pengalaman dan jaringan yang dimilikinya diyakini dapat memperkuat soliditas internal sekaligus menyatukan seluruh elemen kader di tingkat daerah.
Dukungan langsung dari Herman Khaeron juga menjadi indikator kuat adanya sinergi antara pengurus pusat dan daerah. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa Partai Demokrat tengah menyiapkan figur yang dianggap mampu mengonsolidasikan kekuatan politik di tingkat kabupaten.

Dorongan terbuka dari seorang Sekjen DPP bukan sekadar sinyal biasa, melainkan pesan politik yang sangat kuat. Dalam dinamika internal partai, restu elite pusat kerap menjadi penentu arah, bahkan bisa mengunci peluang kandidat lain sebelum kontestasi benar-benar dimulai.

Jika tidak diimbangi dengan mekanisme yang transparan dan kompetitif, situasi ini berpotensi memunculkan kesan “calon tunggal yang sudah dikondisikan”. Di sisi lain, ini juga menjadi ujian bagi Agus Maksum, apakah ia hanya sekadar kandidat yang didorong elite, atau benar-benar mampu membuktikan diri sebagai pemimpin yang membawa perubahan nyata bagi Demokrat di Cirebon.

Kini, proses internal partai menjadi tahapan krusial untuk menentukan arah kepengurusan ke depan. Publik dan kader akan menanti, apakah regenerasi ini melahirkan energi baru atau justru mempertegas dominasi elite dalam tubuh partai.

H.Agus pun berharap dukungan dari seluruh kader dan simpatisan terus mengalir demi mewujudkan Partai Demokrat yang lebih solid, berkembang, dan semakin dekat dengan masyarakat.
(Ade Falah)