Peringati Maulid Nabi Muhammad, Ini Kata Kepala SPN PMJ Lido Kombes Pol. Audie S. Latuheru

TRANSJABAR.COM, BOGOR – Sekolah Pendidikan Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ) Lido menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriyah di Mesjid SPN PMJ Lido Cigombong Jalan Raya Sukabumi-Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Acara yang mengambil tema “Dengan Meneladani Akhlak dan Kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW, Kita Wujudkan Polri Yang Promoter, Berprestasi dan Inovatif” ini, menghadirkan penceramah kondang KH. Das’ad Latif serta dihadiri oleh ratusan siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktuba), tokoh agama, toloh pesantren dan masyarakat sekitar lingkungan SPN.

“Peringatan Maulid Nabi merupakan bentuk untuk mengenang keteladaan Nabi Muhammad SAW. Dimana, sepanjang sejarah beliau ini sosok seorang pemimpin besar yang sangat luar biasa dalam memberikan keteladannya bagi kita semua sebagai umatnya,” demikian kata Kepala SPN PMJ, Kombes Polisi Audie S. Latuheru kepada wartawan. (30/11/2019).

Menurutnya, peringatan maulid Nabi Muhammad harus dijadikan momentum berharga untuk memotivasi semangat dan tekad para siswa. Tentunya, dalam meneladani ahlak dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat.

“Karenanya, menghadirkan penceramah KH. Das’ad Latif ini, kami ingin memberikan sesuatu yang spesial bagi para siswa yang berjumlah 660 orang, termasuk buat anggota Bhayangkari, Polwan serta masyarakat sekitar SPN, apalagi beliau ini juga sebagai idola saya,” tuturnya.

Ia pun bersyukur, peringatan maulid Nabi Muhammad mendapat apresiasi dan antusias dari semua anggota maupun siswa SPN PMJ dan masyarakat sekitar. Terlebih, khotbah yang disampaikan KH Das’ad Latif memgenai akhlak dan budi pekerti Nabi Muhammad dikemas dalam suatu tausyiah dengan cara luar biasa, sehingga bisa dimengerti dan diterima oleh masyarakat.

“Saya berharap, sebagai guru atau kepala sekolah di SPN PMJ ini, kita semua dapat mengambil makna apa yang disampaikan Kyai Latif ini. Jadikan pelajaran dan ikuti budi pekerti Rosululloh. Semoga saja, apa yang dijelaskan kyai bisa melekat khususnya dalam sanubari siswa saya, agar ketika nanti mereka berdinas menjadi anggota polisi bisa mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Termasuk, bagi anggota dan keluarga besar SPN PMJ, juga diharapkan hal sama,” pukas Kombes Pol. Audie S. Latuheru. ( AS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *