Kejaksaan Purwakarta Tahan 2 Orang Tersangka

Purwakarta|transjabar.com – Kejaksaan Negeri Purwakarta akhirnya menahan dua orang tersangka dalam penanganan perkara Tindak Pidana Tindak Pidana Korupsi dan Perkara Kepabaeanan, Kamis ( 1/4/2021) sore.

Kedua tersangka tersebut yakni, MSH tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa Tahap III Tahun Anggaran ( TA ) 2019 dan Dana Desa Tahun Anggaran ( TA ) 2020 sehingga negara dirugikan. Sedangkan CAG tersangka Tindak Pidana Bidang Kepabeanan, tersangka ditahan karena melanggar Pasal 102 Huruf F Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2006.

Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Andin Adyaksantoro, SH, SPd, SE, MH. MM didampingi Kasi Pidana Khusus Abdu Mikail, SH dan Kasubsi Penyidikan Rendy SH mengatakan, kedua tersangka ditahan dan dititipkan ke Polres Purwakarta. Alasanya kata Andin, Rutan hanya menerima tahanan A3 atau tahanan hakim.

“Keduanya masih menjadi tahanan jaksa, makanya kita titipkan di Polres Purwakarta. Setelah dilimpahkan ke PN Tipikor baru digeser ke rutan Tegalwaru, “ jelas Andin.

Sementara ia sampaikan, tersangka MSH pada tahun 2019 dilantik menjadi Penanggung Jawab Kepala Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Di tahun yang sama, terjadi pencairan Dana Desa Tahap III kurang lebih Sebesar Rp 320.000.000,- (tiga ratus dua puluh juta rupiah).

Kemudian Andin menjelaskan, pada bulan Januari 2020, Dilakukan audit oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Purwakarta dan ditemukan adanya kekurangan volume terhadap pembangunan Dana Desa (DD) Tahap III sebesar Rp 228.000.000,- (dua ratus dua puluh delapan juta rupiah), atas temuan tersebut Inspektorat Daerah Kabupaten Purwakarta merekomendasikan kepada Tersangka (PJ Kades Anjun) untuk segera mengembalikan uang sebesar Rp 228.000.000,- (dua ratus dua puluh delapan juta rupiah) tersebut ke rekening kas Desa Anjun.

Pada tanggal 30 April 2020, Penanggung Jawab Kepala Desa Anjun mengembalikan uang kekurangan tersebut kepada kas Desa Anjun. Namun pada tanggal 18 Mei 2020, uang hasil pengembalian tersebut ditarik kembali oleh Tersangka (PJ Kades Anjun) sebesar Rp 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah), dan penggunaan uang tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh Tersangka.

“Hasil penyidikan, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Purwakarta melakukan penyitaan uang tunai sebesar Rp 75.000.000,- (tujuh puluh lima juta rupiah), ” jelasnya.

Lebih lanjut Andin sampaikan, tersangka diketahui telah melakukan Tindak Pidana Korupsi Dana Desa (DD) Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 179.000.000,- (seratus tujuh puluh Sembilan juta rupiah) yang terjadi dalam kurun waktu tahun 2019 di Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

Berdasarkan hal tersebut, Tersangka melanggar pasal: Primair : Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Subsidair : Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Bahwa dilakukan penahanan terhadap Tersangka selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 01 April 2021 sampai dengan 20 April 2021 di Rumah Tahanan Negara Polres Purwakarta.

“Pada pukul 16.15 WIB, pelaksanaan pengiriman Tersangka (Tahap II) Atas Nama Tersangka MSH (PJ Kades Anjun) ke Rutan Polres Purwakarta berjalan dengan lancar dan kondusif, “ pungkasnya. (ctr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *