Ratusan Pimpinan Ponpes se Jawa Barat, Mengikuti Halaqoh Ulama

TRANSJABAR.COM, BOGOR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor menyelenggarakan Halaqoh Ulama dan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) se-Jawa Barat, sejak Rabu (27/2/2019) hingga Kamis, (28/2/2019) di Hotel Seuruni, Cisarua, Bogor.

Kegiatan Halaqoh yang mengambil tema “Menguatkan Peran Ulama Dalam Pembangunan Bangsa” ini dihadiri oleh ratusan pimpinan Pondok Pesantren, unsur Kementerian Agama, Bupati Bogor, Kapolres Bogor, dan Gubernur Jabar atau yang mewakili.

“Ada 425 orang yang hadir pada kegiatan halaqoh ini, mulai dari tokoh masayarakat dan para ulama yang berada di MUI di seluruh Kota/Kabupaten Provinsi Jawa Barat,” kata ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Aji, Kamis (28/2/2019).

Ia menerangkan, kegiatan holaqoh ini merupakan pertemuan atau ajang silaturahmi bagi para ulama. Karena, saat ini peran ulama memiliki tanggung jawab besar. Terutama dalam membangun kesadaran secara bersama-sama untuk mengisi pembangunan bangsa ini.”Intinya, supaya betul-betul bisa mensejahterakan kemungkinannya yang akan terjadi nanti, disamping dapat memberikan ketenangan sesuai dengan fungsi serta kedudukan ulama itu sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin meminta agar ulama dan umaroh harus bersatu bersama membangun bangsa ini. Sebab ketika berbicara kebaikan untuk bangsa, para ulama harus menyatu.”Peran ulama ini penting, karena sebelum saya memimpin Kabupaten Bogor, yang pertama saya datangi adalah ulama,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, dalam kegiatan Halaqoh ini ada beberapa materi yang dibahas, diantaranya tentang orasi ilmiah mengenai Hoax dan Kebebasan berekspresi dalam perspektif hukum. Serta peran santri dan kyai dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan, peran ulama dalam mempertahankan NKRI, arah kebijakan ekonomi kerakyatan Indonesia dan etika politik islam peran ulama dalam bingkai NKRI.

Adapun narasumbernya sendiri menghadirkan Kapolri Jendral Tito Karnavian, Ketua Umum PPP Muchammad Romahurmuiy, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, jubir Kepala BIN Wawan H. Purwanto serta Tuan Guru Bajang TGH. Muhammad Zainul Majdi.Disesi terakhir yakni Pidato Kebangsaan tentang bagaimana memperkuat peran ulama dalam pembangunan bangsa yang akan disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. (Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *