Tower Telkomsel Roboh , Satu Rumah Warga Rusak Parah

Purwakarta|Transjabar.com – Robohnya tower Telkomsel diterpa angin kencang dan hujan memakan korban 1 rumah warga rusak berat di kampung Cilame Rt16 ,RW 05 desa Cibening kecamatan Bungursari kabupaten Purwakarta. Namun, dengan insiden itu penghuni rumah dapat menyelamatkan diri semuanya.

Menurut kepala keluarga korban yang rumahnya tertimpa tower Sopian mengatakan, robohnya tower Telkomsel itu putusnya tali seling dan standar mutu kontruksi tower yang buruk.

“Towernya kecil sih , ukurannya 60 cm ke 60 cm, tiga -tiga kaya pasung ,ketinggian 42 M dan besinya pake besi ulir yang berukuran sekitar 30 mm. Kalau kena angin kencang dan hujan goyang -goyang tower itu, ujarnya saat ditemui dikontrakannya, Rabu sore ( 3/6/2020).

Sopian menuturkan, berdirinya tower yang bersudut kaki tiga itu sekitar 2 ( dua ) tahun. Tower itu mengandalkan kekuatan tali seling yang besarnya sekitar 10 mm dan bentangan jaraknya terlalu dekat.

Kata ia sambungnya, saat itu pihak perusahaan menyatakan rencananya akan merubah konstruksi tower yang permanen tetapi gagal terhalang kondisi pandemi covid 19.

Terkait kejadian robohnya tower itu Jumat (29/5/2020 ) sekitar 17:30, ia menjelaskan, saat itu berdatangan para pekerja teknik daerah Purwakarta dan pimpinan Telkomsel dari Jakarta ke lokasi untuk menangani dan membersihkan puing – puing tower sampai selesai pagi hari.

Untuk sementara ini, kata Sopian, dirinya dan keluarganya mendapatkan biaya konfensasi sebesar Rp.2,5 juta untuk kontrakan rumah dan biaya hidup sehari – hari selama sebulan.

Terkait biaya ganti rugi terutama atap bagian dapur beserta isi perabotannya dan barang elektronik.Ia menjelaskan, dirinya mengajukan dua permintaan secara tertulis ke pihak perusahaan Telkomsel. Adapun jawaban pihak perusahaan menjanjikan keputusannya selama dua minggu.

“Pertama, kalau tower itu akan dibangun lagi, saya minta dibayar rumah itu Rp. 250 juta.Kedua,kalaupun tidak dilanjutkan, saya minta biaya renovasi Rp. 100 juta,” tegasnya.

Menurutnya, dua permintaaan itu, dikarenakan keluarganya trauma dengan kejadian robohnya tower itu.

Sementara, pekerja teknik Telkomsel Deni saat dikonfirmasi untuk dimintai keterangannya via telepon mengatakan , permasalahan tower yang roboh sudah ditangani dan sudah selesai.

“Saya hanya pekerja teknik nggak punya kapasitas untuk memberikan keterangan,” tutupnya.(Dedi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *