Pengelolaan Parkir di Pasar Cigombong Berujung ke Jalur Hukum

Bogor|Transjabar.com – Sengkarut pengelolaan parkir di Pasar Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berujung ke jalur hukum.

Dimana, PT Gemilang Persada Syariah (GPS) selaku pihak kedua sesuai Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, nomor 539/05/MoU/PD.THG/2019 dan nomor 005/GPS/X/2019 yang dibuat pada tanggal 11 Oktober 2019 sebagai pengelola lahan parkir Pasar Cigombong, melaporkan ke Polres Bogor.

Direktur PT GPS berinisial P yang didampingi kuasa hukum, Eko Bayu Noviandi mengatakan jika pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Bogor pada (27/6/2020).

“Laporannya dugaan penjebakan dalam pengelolaan parkir di lokasi pasar tradisional milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan Surat Bukti Tanda Laporan No. Pol : STPL/B/290/VI/2020/JBR/RES BGR, sambung Eko, dalam hal ini Direktur PT GSP melaporkan peristiwa atau perkara penipuan dan penggelapan yang dilakukan terlapor Dede Wahyudi dengan kerugian materi sebesar Rp.435.000.000.

“Pihak perusahaan yakni PT GPS merasa telah di jebak dalam pengelolaan lahan parkir di Pasar Cigombong. Sehingga PT GPS melaporkan adanya dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Dede Wahyudi,” ucapnya.

Ia memyebut, agenda kali ini penyelidikan lanjutan kerjasama antara PT Pasar Tohaga dengan PT GPS yang mana menimbulkan masalah. Mengingat, PT GPS seakan di jebak dalam pekerjaan pengelolaan parkir tersebut.

Menurutnya, arti di jebak, pertama dari asal usul pekerjaan ini di awal dibilang take over untuk bekerjasama dengan orang yang mengaku dekat dengan orang PD Pasar Tohaga dalam mengelola lahan parkir di Pasar Cigombong tersebut.

“Kita hanya niatnya bantu, tapi tiba-tiba PT GPS yang masuk untuk MoU, dan karena sudah kepalang kita lanjut pekerjaan itu,” jelas Eko Bayu Noviandi.

Selain Dede Wahyudi, orang yang pertama kali mengenalkan PT GPS dengan PD Pasar Tohaga untuk pengelolaan parkir, PT GPS pun akan melaporkan semua orang yang terlibat dalam permasalahan itu.

“Intinya kita akan proses pihak-pihak yang terlibat dalam masalah parkir di Pasar Cigombong, siapapun itu akan kita laporkan. Sekarang baru kita laporkan Dede Wahyudi,” papar kuasa hukum PT GPS.

Sebelumnya, Eko Bayu Noviandi mengaku pada hari itu juga sudah dilakukan BAP oleh penyidik dari Reskrim Unit III Polres Bogor dengan sejumlah pertanyaan terkait kerjasama dengan pihak PD Pasar Tohaga.

Dengan telah dilakukannya BAP, dirinya berharap Polres Bogor segera memproses laporan itu, karena PT GPS merasa sudah mengalami kerugian materil yang angkanya mencapai ratusan juta, termasuk in materil.

“Kita minta pihak kepolisian segera memproses hukum terlapor Dede Wahyudi. Karena dia nantinya yang akan menguak tabir permasalahan parkir di Pasar Cigombong. Terkait barang bukti fisik yang bisa dijadikan dasar laporan sudah kita kantongi,” tegasnya.

Soal ke siapa saja aliran dana ratusan juta PT GPS diberikan, Eko menyebut berdasarkan pengakuan terlapor sebelum dilaporkan, aliran dana itu diberikan ke sejumlah oknum yang berjumlah lebih dari tiga orang.

Karen itu, sesuai yang disebutkan terlapor pihaknya akan melaporkan mereka yang terlibat dalam kasus ini untuk di proses secara hukum. “Mereka ada yang di internal maupun eksternal PD Pasar Tohaga, kalau pejabat publik tidak ada,” pukasnya.

Laporan: Agus Sudrajat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *