Jalan Menuju Lahan Tambang Diportal, Tiga Desa Lakukan Mediasi

Bogor|Transjabar.com – Akses jalan di Kampung Lengkong, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor ditutup. Penutupan jalan ini dilakukan dengan cara diportal.

Kepala Desa Srogol, Asep Irwan Kuswara mengatakan adanya portal jalan di kampung lengkong tersebut awalnya ditujukan pada pihak perusahaan tambang pasir yakni PT Kerta Jaga atas nama Dikam dan Anto.

Dimana, perusahaan tambang yang telah membuat lubang agar segera ditutup kembali karena jika dibiarkan akan menimbulkan dampak luar biasa pada masyarakat khususnya warga kampung lengkong yang berada di RW 5.

“Sebenarnya awal permasalahannya itu, makanya bu Diah memberikan pemberitahuan atau tembusan kepada tiga kepala desa, yakni Desa Srogol, Pasir Buncir dan Wates Jaya mengenai penutupan portal yang dilakukannya itu,” kata Asep kepada wartawan. Selasa (15/9/2020).

Ia menjelaskan, portal yang ditujukan pada Dirkam dan kawan-kawannya itu memang dilakukan tanpa sosialisasi terlebih dahulu dengan penambang lain. Sehingga, hal ini menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

“Disini, warga yang terkena dampak akhirnya meminta mediasi kepada kami dari tiga kepala desa, tujuannya meminta agar segera dibuka kembali portal tersebut,” ungkapnya

Asep mengaku, ia dan dua kepala desa lainnya saat ini sedang melakukan tahap mediasi dengan pelaku portal yakni Diah sebagai kuasa atas lahan yang ditambang. Namun, dari mediasi itu hingga hari ini belum membuahkan hasil yang baik.

“Belum ada kabar lagi, apakah akan dibuka kembali atau tidak. Sebab bisa jadi ada alasan penyebab dari belum dibukanya itu. Kan mungkin saja bu Diah ingin ada tahapan yang belum selesai dan perlu dibicarakan dengan pihak MBK sebagai pemilik ijin dan PT Inti serta pihak penambang setempat,” imbuhnya.

Karena itu, lanjut Asep, penutupan portal ini tidak mengganggu pada aktifitas warga sepenuhnya. Hanya saja, mereka yang kesehariannya mencari nafkah bergantung pada tambang dirasa berkurang, akibat di portalnya akses jalan.

“Ini sebenarnya yang mengganggu masyarakat kami di Srogol, penghasilnya jadi minim,” tegasnya.

Ia menyatakan, penutupan portal jalan sendiri lokasinya berada di area tambang dan bukan di jalan warga. Sehingga tidak memgganggu aktifitas masyarakat umum melainkan pada terganggunya aktifitas kerja di tambamg.

“Intinya untuk lintasan warga aman dan terkendali. Sebab portal ini difungsikan untuk penambang. Tapi dampaknya menimbulkan keresahan di massyarakat seolah portal itu menggangu,” terang Asep.

Asep dan dua kades lainnya pun sepakat jika dalam minggu-minggu ini tahap mediasi tidak ada penyelasaian, akan menutup total lahan tambang tersebut. Dengan cara melayangkan surat ke Bupati Bogor.

“Ya tunggu saja, karena kami semua mengharapkan yang terbaik bagi semuanya. Makanya, sebelum mengirim surat ke Bupati Bogor, kami menunggu konfirmasi dari pihak – pihak yang sedang di mediasi oleh kami. Pasalnya, ini hanya tutup sementara sampai ada kesepakatan diantara mereka yang punya kaitan dengan ijin atau lahan tambang,” pungkasnya

Laporan: Agus Sudrajat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *